Page 42 - 10. Majalah REI Edisi Oktober 2023
P. 42
INTERNASIONAL
PASOKAN MELAMBAT
PASAR PROPERTI MALAYSIA
BUTUH RELAKSASI REGULASI
KONDISI INFLASI DAN SUKU BUNGA PINJAMAN TINGGI TELAH MELEMAHKAN ANTUSIASME PEMBELI DAN PERMINTAAN PROPERTI DI NEGERI
JIRAN, MALAYSIA. BAHKAN, SECARA KESELURUHAN PERMINTAAN MENGALAMI PENURUNAN DRASTIS SEJAK PANDEMI COVID-19.
effrey Chew Sun Teong, CEO Grup dan Direktur Paramount “Jika pemulihan ekonomi kuat, ada harapan yang lebih baik.
Corporation Bhd, mengatakan diperlukan waktu agar perminta- Kami tidak berpikir akan ada pemulihan yang agresif. Kami berhati-
an properti mencapai tingkat yang tinggi, setidaknya hingga hati,” katanya.
Jtingkat pendapatan dan perekonomian Malaysia berkembang Jeffrey Chew mengatakan ada kekurangan properti residensial
lebih baik. Dia juga menilai pemerintah perlu segera menyesuaikan pada tahun 2011, namun hal tersebut dapat diatasi pada tahun 2016.
kebijakan untuk memungkinkan masuknya dana (uang atau modal) Menurutnya, permintaan akan tetap ada, tetapi permintaan tidak
melalui pariwisata. akan bisa mengejar ketinggalan. Dia memprediksi, pasokan baru akan
“Atau Kuala Lumpur dan Penang dapat dijadikan sebagai pusat kembali normal dalam 1-2 tahun ke depan. Sehingga masyarakat akan
ekonomi regional untuk mampu menarik banyak investor untuk memiliki lebih banyak pilihan karena pasokan meningkat.
berinvestasi di Malaysia. Saat ini yang terjadi adalah ketidaksesuaian Disebutkannya, jika semua pengembang mempertimbangkan
antara supply dan demand,” ujar Jeffrey Chew dikutip dari Strait Times, laba atas ekuitas, laba atas aset, atau tingkat pengembalian internal,
baru-baru ini. maka mereka tidak akan membangun sampai mereka dapat mem-
Dia menjelaskan, di Malaysia terjadi kekurangan pasokan se- peroleh keuntungan yang wajar.
mentara yang disebabkan terlambatnya peluncuran dan pengiri- Menurut Pusat Informasi Properti Nasional Malaysia, jumlah unit
man. Hal tersebut terjadi karena adanya perintah pemerintah untuk yang sedang dibangun dan tidak terjual di tempat-tempat utama
mengontol pergerakan, yang juga memperlambat pembangunan seperti Kuala Lumpur, Selangor, Pulau Pinang, Johor, dan Kedah
konstruksi. Akibatnya, kata Jeffrey Chew, proyek-proyek properti ba- telah meningkat. Pasar terus membutuhkan produk-produk dengan
ru seperti di Lembah Klang, jumlah pasokannya makin menurun. harga terjangkau, namun peluncuran proyek properti baru oleh
pengembang di Malaysia belum memenuhi harapan pembeli.
42 | Edisi 202, O kto ber 2023 | RealEstat Indonesia
42 | Edisi 202, Oktober 2023 | RealEstat Indonesia

