Page 54 - Majalah REI Edisi Desember 2023
P. 54

ASPIRASI DAERAH


                            REI Dorong Pemerataan


                Pembangunan Rumah di Kaltara



                                                    engembangan hunian baik subsidi   pusat untuk menetapkan zona harga yang
                                                    maupun non-subsidi (komersial) di   berbeda (lebih tinggi) untuk kedua daerah
                                                    Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) ma-  tersebut . 
                                              P sih belum merata. Untuk itu, dibutuh-  “Di kedua daerah itu, PNS masih tinggal di
                                               kan intervensi kebijakan dari pemerintah dae-  rumah kayu. Kami berharap pemerintah mau
                                               rah.                               menaikkan batasan harga jual rumah subsidi
                                                  Hutomo Prasetya, Sekretaris Dewan   disana, setidaknya sama dengan batasan harga
                                               Pengurus  Daerah Realestat Indonesia (DPD   di Papua. Karena Kalimantan itu sangat luas,
                                               REI) Kaltara mengungkapkan saat ini pem-  jadi tidak bisa hanya satu zona saja,” ungkap
                                               bangunan hunian di provinsi tersebut terko-  Hutomo. 
                                               sentrasi di tiga kabupaten dan kota saja.
                                               Namun, ada dua daerah yaitu Kabupaten   Masyarakat Butuh Rumah
                                               Malinau  dan  Kabupaten  Tana  Tidung,  yang   Hutomo menambahkan, masyarakat di
                                               hingga saat ini belum terjamah oleh pengem-  kedua daerah tersebut sangat membutuhkan
                   HUTOMO PRASETYA
              SEKRETARIS DPD REI KALTARA       bang  termasuk untuk pembangunan rumah   rumah dan mendambakan bisa memiliki
                                               bersubsidi.                        rumah yang lebih layak huni. “Karena itu, seha-
                                                  “Letaknya memang sangat jauh. Sehingga   rusnya negara hadir untuk bisa membantu ma-
                                               sampai  saat  ini  di  Malinau  dan Tana Tidung   syarakat membeli rumah yang layak huni dan
                                               belum ada  dibangun rumah subsidi, padahal   terjangkau,” paparnya.
                                               harga tanah disana masih masuk,” kata Huto-  Menjelang tahun politik di 2024, Hutomo
                                               mo yang dihubungi, baru-baru ini.   berharap  siapapun  presiden  baru  yang  ter-
                                                  Tetapi memang untuk ongkos kirim ma-  pilih bisa meneruskan Program Sejuta Ru-
                                               terialnya tinggi. Akibatnya, pengembang   mah. Dia menegaskan masyarakat masih
                                               lebih memilih membangun di tiga daerah lain   membutuhkan rumah termasuk di Kaltara.
                                               yakni Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan dan   Disebutkannya, masyarakat Kaltara sering
                                               Kabupaten Nunukan.                 menyebut rumah bersubsidi sebagai Rumah
                                                  Menurut Hutomo,  pengiriman  bahan   Jokowi, yang menunjukkan tingginya apresiasi
                                               bangunan ke Malinau dan Tana Tidung akan   masyarakat terhadap program tersebut.
                                               menghabiskan biaya yang lebih mahal.   “Pengembang masih menunggu bagai-
                                               Apalagi pembangunan  di Kaltara  sebagian   mana arah pasar ke depan. Oleh karena itu,
                                               besar menggunakan bahan bangunan yang   jelang tahun politik pengembang juga lebih
                                               didatang dari Surabaya, sehingga ongkos   memilih wait and see,” ujar Hutomo.
                                               kirim bisa bertambah 15%-20% daripada ong-  Dia menjelaskan, saat ini hunian seharga
                                               kos dari Surabaya ke Tarakan.      Rp200  juta  hingga  Rp300  juta  merupakan
                                                  Oleh karena itu, untuk mendorong   primadona di Kaltara dan cukup diminati.
                                               pembangunan rumah di kedua kabupaten   Meski rumah subsidi masih menjadi penguasa
                                               tersebut, Hutomo berharap pemerintah dae-  pasar. Untuk segmen komersial tidak ada
                                               rah  lebih  proaktif  agar  pengembang  bisa   kendala,  karena  perbankan  saat  ini  cukup
                                               melakukan pembangunan dengan melakukan   proaktif dalam penyaluran KPR. 
                                               intervensi berupa kemudahan perizinan dan   “Kami masih wait and see, karena harus me-
                                               menekan biaya pengiriman bahan material.  lihat situasi dahulu,” pungkas Hutomo. (Teti Purwanti)
                                                  REI Kaltara juga meminta pemerintah



                   “Saat ini hunian seharga Rp200 juta hingga Rp300 juta merupakan
                 primadona di Kaltara dan cukup diminati. Meski rumah subsidi masih
                menjadi penguasa pasar. Untuk segmen komersial tidak ada kendala,
                   karena perbankan saat ini cukup proaktif dalam penyaluran KPR.”



           54   |  Edisi 204, Desember 2023  |  RealEstat Indonesia
   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59