Page 24 - Majalah REI Edisi Mei 2023
P. 24

ASPIRASI DAERAH

                      REI Kalteng Naikkan Target


                 Rumah Subsidi Jadi 6.000 Unit



                  ewan Pengurus Daerah Realestat   dikhawatirkan. Salah satunya masih maraknya
                  Indonesia (DPD REI) Kalimantan   aksi mafia tanah. 
                  Tengah optimistis di tahun 2023   “Saling klaim tanah masih terjadi. Kondisi
          Dpermintaan properti khususnya resi-  ini membuat investor bermodal besar enggan
           densial di daerah itu akan kembali meningkat.   untuk menanamkan modal dalam bisnis
           Tidak hanya minat masyarakat, tetapi dukung-  pengembangan properti di Kalteng,” tegas
           an perbankan juga cukup tinggi.    Asani.
              Untuk itu, REI Kalimantan Tengah (Kalteng)   Dia mengungkapkan pebisnis properti di
           di tahun ini menaikkan target realisasi ru-  Bumi Tambun Bungai  kerap  kali menghadapi
           mah subsidi menjadi 6.000 unit.  Target ini   masalah  sengketa  tanah  yang  dilakukan  oleh
           meningkat dibandingkan realisasi pada 2022   mafia tanah. Namun para pebisnis properti
           sebanyak 3.880 unit.               enggan berkonflik dengan para mafia tanah,
              “Tahun ini kami targetkan bertumbuh   sehingga pengembang mengedepankan me-
           lebih dari 30% apalagi dengan ekonomi yang   diasi.
           mulai pulih,” ujar Ketua DPD REI Kalteng, Asani   Asani menegaskan keberadaan mafia   ASANI
           kepada Majalah RealEstat Indonesia, baru-baru   tanah memang betul-betul menghambat   KETUA DPD REI KALTENG
           ini.                               datangnya investor ke Kalteng, khususnya
              Menurutnya, realisasi sebanyak 3.880   bidang properti. Para investor dari luar daerah
           unit pada tahun lalu didominasi pembeli   harus berpikir seribu kali sebelum mengucur-
           milenial, baik yang bekerja sebagai PNS, mau-  kan modal.
           pun wiraswasta. Adapun tahun ini, meski   “Mereka (investor) sangat hati-hati dalam
           harga jual rumah subsidi belum juga naik,   mengeluarkan modal. Begitulah investor. Da-
           namun pengembang masih terus melakukan   lam berinvestasi mereka akan sangat mem-
           penjualan untuk menjaga cashflow tetap ber-  perhitungkan faktor keamanan. Selain itu,
           gerak.                             investasi yang ditanam kan harus untung.
              “Yang  penting cashflow bisa  bergerak   Mereka tidak ingin repot-repot berurusan
           meski margin makin menipis. Meski pun   dengan masalah tanah yang bertele-tele,
           ada pengembang yang sementara berhenti   karena akan sangat menghambat bisnis me-
           berproduksi sambil menunggu harga jual   reka,” jelas Asani. 
           naik,” katanya.                       REI Kalteng berharap para pengambil
              Untungnya, Asani yakin di tengah sim-  kebijakan terutama Kementerian Agraria dan
           pang siur kenaikan harga rumah subsidi, minat   Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/
           masyarakat untuk memiliki rumah masih   BPN) dapat turun tangan menyelesaikan masa-
           tinggi. Sejak awal tahun ini, menurutnya, bukan   lah pertanahan di daerah tersebut. Pemerintah
           hanya pengembang yang proaktif namun   perlu mengatur dengan baik regulasi pertana-
           juga perbankan. Bahkan dia menyebutkan   han sehingga tidak terjadi saling klaim dan
           banyak bank pelat merah yang sekarang   tumpang tindih bukti kepemilikan.
           sangat agresif, cepat, bahkan ikut membantu   “Kami yang terpenting bisa berinvestasi
           pemasaran.                         dengan aman, pemerintah juga mendapatkan
              Asani merinci, selain BTN, sejumlah bank   outputnya misal dari pajak seperti PBB dan lain-
           BUMN seperti BRI dan Bank Mandiri juga   lain,” sebut Asani. 
           ikut menguasai pangsa pasar KPR subsidi di   Sebelumnya, Menteri ATR/Kepala BPN
           Kalteng. Kondisi ini positif bagi pasar properti   Hadi  Tjahjanto menegaskan mafia tanah
           di daerah tersebut karena masyarakat memiliki   kini tiarap. Bahkan tidak ada lagi yang berani
           banyak pilihan.                    melakukan praktik mafia tanah.  “Yang jelas
                                              mafia tanah tiarap. Sejak saya naik, sudah mulai
           Mafia Tanah                        banyak yang tiarap. Enggak nambah. Kalau
              Meski optimis, namun Asani mengaku   nambah saya sikat,” katanya. (Teti Purwanti)
           saat ini tetap ada tantangan dan kendala yang






           24   |  Edisi 196, April 2023  |  RealEstat Indonesia
   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29