Page 11 - 10. Majalah REI Edisi Oktober 2023
P. 11

TOPIK UTAMA


                 “Kalau saat ini lewat sebuah undang-un-
              dang akan dibentuk Dewan Regional Jabo-
              detabek-Punjur yang  berada langsung di ba-
              wah Wakil Presiden RI, kami pikir ini rencana
              yang sangat bagus. Nanti wapres diharapkan
              dapat mengkoordinir seluruh kementerian dan
              pemerintah  daerah  terkait,  termasuk  mening-
              katkan anggaran pelaksanaanya,” kata Hari Ga-
              nie yang juga alumnus Teknik Planologi  ITB.
                 Seperti diketahui, pemerintah sedang
              menyusun  draf  RUU  DKJ. Selain  mengatur
              terkait pemilihan gubernur, pengaturan
              kursi DPR dan DPRD, wewenang wali kota,
              pengelolaan aset, dan transportasi, RUU ini
                                                             HARI GANIE
              juga akan mengatur keberlanjutan pemba-   WAKIL KETUA UMUM DPP REI             YAYAT SUPRIATNA
              ngunan infrastruktur di Jakarta.                                             PENGAMAT PERKOTAAN
                 Salah satu yang masuk dalam draf  RUU
              DKJ adalah rencana pemerintah membentuk
              Dewan Regional Jabodetabek-Punjur yang   permukiman, transportasi dan lain-lain.  Sementara itu, Pengamat Perkotaan, Yayat
              berwenang untuk mengintegrasikan wilayah   “Seharusnya ada unsur perwakilan   Supriatna menilai peran dan fungsi kelemba-
              Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Pun-  dari dunia usaha di dalam Dewan Regional   gaan dari Dewan Regional Jabodetabek-
              cak dan Cianjur. Dewan tersebut akan dipimpin   Jabodetabek-Punjur. Setidaknya dari Kadin   Punjur haruslah jelas. Sejauh mana badan
              oleh wakil presiden.               Indonesia sebagai induk asosiasi usaha. Nan-  tersebut  memiliki  wewenang  yang  mampu
                                                 tinya Kadin bisa saja menggandeng asosiasi   mengefektifkan kinerja antar kelembagaan
              Libatkan Dunia Usaha               terkait seperti REI, HKI dan lainnya. Artinya, ada   di Jabodetabek-Punjur. Misalnya bagaimana
                 Lebih lanjut, dia mengatakan koordinasi   koordinasi dengan dunia usaha,” tegas Hari   kerjasama antar daerah, pola kelembagaan,
              yang dilakukan Dewan Regional Jabodetabek-  Ganie.                     pembiayaan pembangunan dan tanggung-ja-
              Punjur tidak hanya sebatas dengan kemente-  Koordinasi dengan dunia usaha penting,   wab dari masing-masing daerah.
              rian/lembaga dan pemerintah daerah semata,   karena pelaku usaha perlu mengetahui ke-  “Pendekatan kerjasama fungsional ini
              tetapi juga dengan pelaku usaha swasta.   mana  arah  pembangunan  di  Jabodetabek-  sangat rentan jika salah satu dari daerah tidak
              Hal itu karena fokus utamanya adalah soal   Punjur misalnya bagaimana rencana pengem-  mampu menjalankan komitmen yang sudah
              konektivitas pembangunan yang berkaitan   bangan transit oriented development (TOD) di   disepakati.  Pertanyaan  lain,  apakah pola
              dengan tata ruang, infrastruktur, pertanahan,   Jabodetabek.           kerjasama  nanti  akan  memengaruhi  tang-
                                                                                     gungjawab dan wewenang dari DPRD di setiap
                                                                                     daerah atau tidak? Karena di daerah ada DPRD
                                                                                     yang bertugas mengawasi pembangunan di-
                                                                                     daerah,” ungkap Yayat.
                                                                                        Namun diakuinya, dalam konteks de-
                                                                                     sentralisasi asimetris kehadiran dewan re-
                                                                                     gional tersebut cukup penting. Menurut
                                                                                     Yayat,  Jakarta  perlu  diberikan  keleluasaan
                                                                                     untuk menuntaskan masalah-masalah yang
                                                                                     bersumber dari wilayah disekitarnya. Dengan
                                                                                     kapasitas anggaran dan kedudukan Jakarta
                                                                                     sebagai daerah khusus, maka pola kolaborasi
                                                                                     menjadi kata kunci. Pasalnya, selama ini
                                                                                     aksi integrasi penataan Jabodetabek sering
                                                                                     terkendala masalah administrasi dan otonomi
                                                                                     daerah.
                                                                                        “Pilihlah yang profesional untuk masuk
                                                                                     ke dalam dewan regional tersebut, punya
                                                                                     pengalaman birokrasi yang handal, punya
                                                                                     kemampuan memberikan gagasan dan inovasi
                                                                                     terbaru agar dewan ini berkembang dan mem-
                                                                                     bawa manfaat luas bagi pembangunan kawa-
                                                                     FOTO-FOTO: ISTIMEWA  san regional,” sarannya. (Rinaldi/Teti)





                                                                                        RealEstat Indonesia  |  Edisi 202, Oktober 2023   |   11
   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16