Page 22 - 10. Majalah REI Edisi Oktober 2023
P. 22
ISU GLOBAL
KRISIS SERIUS BAYANGI
SEKTOR PROPERTI TIONGKOK
Kelompok kreditor yang mengancam akan mengajukan petisi
RAKSASA PROPERTI DI TIONGKOK YANG SEDANG TERLILIT likuidasi adalah pemegang sebagian besar obligasi luar negeri
MASALAH, EVERGRANDE GROUP, BARU SAJA MELEWATKAN Evergrande (3333.HK). Jika petisi tersebut diajukan, maka akan me-
KEMBALI PEMBAYARAN OBLIGASINYA. HAL ITU MENIMBULKAN nambah bobot petisi likuidasi terhadap Evergrande karena sebelum-
SEMAKIN BESAR KERAGUAN TERHADAP MASA DEPAN nya petisi serupa sudah pernah diajukan kelompok kreditor di Peng-
PERUSAHAAN PROPERTI YANG DIJULUKI SEBAGAI adilan Hong Kong.
Top Shine Global, investor di unit Evergrande Fangchebao, pada
PENGEMBANG DENGAN UTANG TERBESAR DI DUNIA TERSEBUT. Juli 2022 mengajukan petisi likuidasi di Pengadilan Hong Kong,
karena menilai Evergrande tidak menghormati perjanjian pembelian
ikutip dari CNN International, Hengda Real Estate, unit kembali saham yang dibeli investor di unit tersebut.
andalan Evergrande Group, telah melewatkan pembayaran Pada Juli 2023, sidang petisi penutupan terhadap Evergrande
pokok dan bunga atas obligasi dalam negeri senilai 4 miliar ditunda hingga 30 Oktober 2023 untuk menunggu hasil pertemuan
Dyuan atau US$ 547 juta pada Senin (25/9). Evergrande per- pengembang dengan kreditor luar negeri yang melakukan pemung-
tama kali gagal membayar utangnya pada 2021, sehingga memicu utan suara mengenai rencana restrukturisasi utangnya. Evergrande
krisis serius yang kini membebani sektor properti di China. memerlukan persetujuan lebih dari 75 persen pemegang setiap
Di saat yang tidak begitu lama, polisi menahan bos Evergrande, kelas utang untuk menyetujui rencana tersebut. Pertemuan itu dijad-
Rabu (27/9). Xu Jiayin, yang juga dikenal dengan Hui Ka Yan dibawa walkan pada pertengahan Oktober.
pihak berwenang dan saat ini ditahan, ungkap sumber Bloomberg. Namun, pengumuman Evergrande pada pekan lalu yang me-
Hui Ka Yan ditahan di bawah pengawasan (residential surveillance) nyatakan tidak dapat menerbitkan utang baru karena penyelidikan
atau tidak berarti dia telah ditangkap atau didakwa melakukan ke- sedang berlangsung terhadap unit utamanya di China telah menim-
jahatan. Sebelum itu, beberapa karyawan perusahaan keuangan bulkan keraguan apakah pertemuan dengan kreditor luar negeri
Evergrande juga dikabarkan telah ditangkap polisi akan berjalan sesuai rencana.
Dampaknya, sekelompok kreditor luar negeri mengancam akan Utang yang tidak mampu dibayarkan Evergrande Group menca-
mengajukan petisi likuidasi terhadap Evergrande Group. Terlebih, pai US$ 330 miliar atau sekitar Rp 4.950 triliun (kurs Rp 15.000). Ke-
jika raksasa properti Tiongkok itu tidak juga menyampaikan skema bangkrutan ini berawal dari kekacauan pengelolaan keuangan
restrukturisasi utang baru hingga Oktober 2023. Manajemen Ever- sejak beberapa tahun terakhir. Pasalnya, mayoritas kegiatan bisnis
grande menyatakan tidak dapat menerbitkan obligasi baru sebagai di perusahaan tersebut dilakukan dengan dana pinjaman sehingga
bagian dari restrukturisasi utang dengan dalih penyelidikan sedang berujung kepada gagal membayarkan tagihan utang karena meng-
berlangsung terhadap unit utama di perusahaan tersebut. alami krisis likuiditas.
22 | Edisi 202, O kto ber 2023 | Real Estat Indonesia
22 | Edisi 202, Oktober 2023 | RealEstat Indonesia

