Page 23 - 10. Majalah REI Edisi Oktober 2023
P. 23

ISU GLOBAL


                 Situasi keuangan  Evergrande  semakin
              parah pasca keputusan Pemerintah China
              yang menerapkan kebijakan  “Tiga Garis
              Merah” yang membatasi utang dan meminta
              pengembang menawarkan diskon untuk
              produk properti yang dijual kepada warga
              China. Hal itu  membuat  perusahaan  ini
              semakin sulit untuk melakukan pembayaran
              atas utang-utangnya.
                 Pada Selasa (26/9), saham Evergrande
              ditutup turun 7% setelah pada Senin anjlok
              sebesar 22%. Hal serupa dialami oleh emi-
              ten properti lain di China seperti Sunac
              China yang turun lebih dari 6% dan Country
              Garden turun 4,2%.                                                                        FOTO-FOTO: ISTIMEWA

              Pengaruhi Ekonomi                  terhadap stabilitas ekonomi China muncul   Hal itu dikarenakan sektor realestat
                 Keruntuhan perusahaan properti terke-  kembali didorong oleh krisis keuangan yang   menjadi penopang ekonomi di  Tiongkok.
              muka di China tersebut sangat memeng-  semakin parah di Evergrande.    Pada  tahun  2021,  sektor  ini  menyumbang
              aruhi perekonomian Tiongkok secara luas.   “Hal ini memicu kembali kekhawatiran   sekitar 25,4% dari produk domestik bruto
              Pasalnya, industri properti China menyum-  bahwa sektor perumahan di negara ini ma-  (PDB) negara tersebut.
              bangkan sekitar 30% terhadap produk do-  sih memburuk dan tidak menunjukkan   Teranyar, pengembang China lain
              mestik bruto (PDB) Negeri Panda tersebut.  tanda-tanda perbaikan dan risiko stabilitas   yakni Oceanwide Holdings menambah
                 “Saat ini, investor terus mencermati pasar   keuangan meningkat,” ungkapnya.  kekhawatiran investor karena Pengadilan
              properti China, dan apakah pasar properti   Selain itu, ada rasa tidak nyaman yang   Bermuda telah memerintahkan pembubar-
              dapat segera stabil atau berdampaknya   semakin besar mengenai apakah Pemerin-  an perusahaan tersebut dan menunjuk
              terhadap permintaan dan harga komoditas   tah China mampu mengambil langkah-  likuidator  sementara  bersama.  Sementara
              global,” kata Tao Wang, Kepala Ekonomi Asia   langkah yang cukup untuk mendukung   Country Garden, pengembang China lain-
              di UBS kepada CNN.                 kembali perekonomian secara keseluruhan.  nya, memiliki kewajiban untuk membayar
                 Hambatan terhadap rencana restrukturi-  JP Morgan, perusahaan penyedia laya-  utang mencapai US$191,7 miliar atau se-
              sasi utang pengembang China, Evergrande   nan perbankan, investasi, sekuritas, mana-  tara Rp2.931 triliun.
              Group, memang telah menghidupkan kem-  jemen aset hingga pembiayaan rumah   Country Garden telah berusaha untuk
              bali kekhawatiran terhadap sektor properti   memperingatkan bahwa gagal bayar utang   membayarkan kewajiban utangnya. Meski-
              di Negeri Tirai Bambu tersebut.    yang terjadi kepada Evergrande berpotensi   pun perusahaan ini tetap berisiko gagal
                 Stephen Innes, Managing Partner SPI   memicu gagal bayar pada pengembang   bayar jika kinerja keuangannya makin mem-
              Asset Management, menilai kekhawatiran   properti lain di China.       buruk. (Rinaldi)



                                                                                     “Top Shine Global,
                                                                                     investor di unit
                                                                                     Evergrande Fangchebao,
                                                                                     pada Juli 2022
                                                                                     mengajukan petisi
                                                                                     likuidasi di Pengadilan
                                                                                     Hong Kong, karena
                                                                                     menilai Evergrande tidak
                                                                                     menghormati perjanjian
                                                                                     pembelian kembali saham
                                                                                     yang dibeli investor di
                                                                                     unit tersebut.”




                                                                                                                   23
                                                                                       RealEstat Indonesia  |  Edisi 202, Oktober 2023   |   23
                                                                                                    |
                                                                                                                  |

                                                                                                             ber 2023
                                                                                                           kto


                                                                                                     Edisi 202,
                                                                                             Indonesia
                                                                                                          O


                                                                                       Real
                                                                                          Estat
   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28