Page 26 - 10. Majalah REI Edisi Oktober 2023
P. 26
PERKOTAAN
KEBUTUHAN HUNIAN UNTUK
MILENIAL DI JAKARTA TINGGI
KEKURANGAN PASOKAN RUMAH ATAU BACKLOG MASIH MENJADI (SLF), dan pembatasan pembeli hanya untuk warga ber-KTP Jakarta
SALAH SATU PERMASALAHAN DI JAKARTA. PADAHAL, ANGKA BACKLOG masih menghambat pembangunan hunian untuk MBR.
Oleh karena itulah, ke depan Reo berharap hunian yang dibangun
PERUMAHAN DI JAKARTA DISEBUT MASIH MENCAPAI 1,3 JUTA UNIT. di Jakarta hunian subsidi bisa dinikmati tidak hanya oleh mereka yang
M asih tingginya kebutuhan rumah di Jakarta diakui Direktur memiliki KTP Jakarta, tetapi juga warga luar Jakarta tetapi bekerja di
Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Andira Reoputra
ibukota.
dalam sebuah diskusi yang diadakan IAP DKI, baru-baru ini.
“Kami mendorong kerjasama Kementerian Pekerjaan Umum dan
Menurutnya, angka backlog di Jakarta sangat besar se-
kitar 1,3 juta unit, dengan porsi hunian bagi masyarakat berpenghasilan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Pemprov DKI Jakarta untuk penyederha-
naan kebijakan. KTP bukan syarat utama, tetapi orang yang bekerja di
rendah (MBR) mencapai 250 ribu unit. Selain itu, keluarga baru di Jakarta Jakarta juga bisa membeli dengan bunga flat,” kata Wakil Ketua Umum
bertambah sekitar 50 ribu pasangan setiap tahunnya. DPP Realestat Indonesia (REI) tersebut.
“Ini berarti secara bisnis penyediaan hunian untuk MBR terutama Diungkapkan, Sarana Jaya selama ini sudah memiliki mitigasi risiko
yang vertikal masih sangat menarik di Jakarta. Namun itu memang tidak atas beragam masalah dalam pembangunan properti di Jakarta. Soal
mudah, karena harus dilakukan dan didukung oleh semua stakeholder,” lahan misalnya, agar tidak jadi masalah di kemudian hari, Sarana Jaya
ungkapnya. akan memastikan dulu lahan sudah clean and clear sebelum memulai
Meski data memperlihatkan kebutuhan dan permintaan hunian proses perizinan dan menerapkan prose-
untuk MBR di Jakarta masih sangat besar, namun beragam kendala dur mitigasi risiko lainnya.
masih menjadi momok dalam pembangunan hunian termasuk bagi
Perumda Sarana Jaya, sebagai BUMD milik DKI. Kondisi itu tentu saja
membatasi pasokan dari pengembang.
Menurut Reo (demikian dia akrab disapa), kendala pembangunan
seperti percepatan perizinan, pembiayaan konstruksi, keterbatasan
nilai jual, penjualan dilakukan setelah sertifikat layak fungsi
26 | Edisi 202, O kto ber 2023 | RealEstat Indonesia
26 | Edisi 202, Oktober 2023 | RealEstat Indonesia

