Page 24 - Majalah REI Edisi September 2023
P. 24
ASPIRASI DAERAH
Sektor Properti di Bali
Diprediksi Bangkit Tahun Ini
B ergeraknya kembali perekonomian an untuk kuota FLPP dikurangi hingga 24% di
masyarakat di Bali ikut memacu geliat
tahun depan menjadi hanya 166.000 unit.
“Kekhawatiran tentu ada, antara lain jika
bisnis properti.
Dewan Pengurus Daerah Realestat
Indonesia (DPD REI) Bali optimistis tahun ini pemerintahan mendatang tidak pro pada
sektor properti khususnya perumahan. Selain
akan menjadi tahun kebangkitan kembali itu, walaupun Menteri Pekerjaan Umum dan
industri properti di Pulau Dewata. Terlebih Perumahan Rakyat (PUPR) bilang dana FLPP
lagi, angka kebutuhan rumah (backlog) di akan ditambah jika kurang, tetapi alangkah
daerah itu terus meningkat, sehingga potensi lebih baik kalau langsung saja dimaksimalkan
pasarnya cukup besar. jumlahnya sejak awal tahun,” ungkap Suardita.
“Sampai tahun lalu, backlog rumah di Bali REI Bali berharap sektor properti akan
masih 15.000 unit. Namun tahun ini menurut terus bertumbuh termasuk kegiatan pariwisata
data terbaru sudah hampir 20.000 unit,” ung- kembali normal, sehingga ekonomi dan daya
kap Ketua DPD REI Bali, I Gede Suardita. beli masyarakat meningkat.
I GEDE SUARDITA Menurutnya, pertumbuhan jumlah
KETUA DPD REI BALI penduduk di Bali tinggi, namun kendala di Harga Tanah Tinggi
sektor properti masih terus terjadi dan belum Selama masa pandemi Covid-19, Suardita
membaik. Suardita memberi contoh soal izin mengungkap bahwa harga lahan di Bali “terjun
Persetujuan Bangunan Gedung yang meru- bebas” anjlok hingga 30%. Namun sejak awal
pakan pengganti Izin Mendirikan Bangunan tahun ini, harga lahan di Bali sudah kembali
(IMB) masih terjadi di beberapa kabupaten dan meningkat.
“Tahun ini kami
kota. Tidak heran jika sektor properti di segmen
upayakan Namun pihaknya terus membangun koor- komersial yang bertumbuh paling cepat ter-
dinasi dan komunikasi dengan pemerintah ka- utama villa dengan harga hingga Rp5 miliar.
penjualan properti bupaten/kota. Suardita menyebutkan pembeli hunian ini
khususnya Suardita mengaku bingung dimana sebe- bukan hanya dari luar Provinsi Bali, namun
narnya letak bottle neck dari masalah perizinan juga dari luar negeri (orang asing).
residensial dapat ini. Padahal, REI Bali terus melakukan berbagai “Villa dengan harga Rp5 miliar cukup ba-
koordinasi agar masalah-masalah perizinan nyak dan diminati oleh asing, karena saat ini
dioptimalkan, dapat diatasi, sehingga bisnis properti bisa lari banyak warga negara asing (WNA) dari luar ne-
sehingga jika lebih kencang. geri yang memilih long stay di Bali,” terangnya.
“Tahun ini kami upayakan penjualan Peningkatan harga tanah turut juga me-
tahun depan properti khususnya residensial dapat diopti- mengaruhi pembangunan perumahan subsidi
malkan, sehingga jika tahun depan kondisi tidak karena lokasinya semakin bergeser ke daerah
kondisi tidak
terlalu kondusif karena sudah masuk tahun pinggiran. Untungnya, meski daerah pinggiran
terlalu kondusif politik kami sudah lebih siap,” jelas Suardita. namun tidak terlalu jauh dari kota.
Dia menyebutkan, tahun ini DPD REI Bali “Meski pinggiran tapi tidak sejauh daerah
karena sudah menargetkan pembangunan 5.000 unit rumah pinggiran di Jawa dan Kalimantan,” papar
bersubsidi dan hingga akhir Juli 2023 sudah Suardita.
masuk tahun
terealisasi sebanyak 2.000-an. Menurutnya, Dengan harga lahan yang semakin mahal,
politik kami sudah target 5.000 unit bukan mustahil tercapai jika dia mengakui kenaikan batasan harga rumah
kendala PBG dapat teratasi di semua daerah di subsidi sebesar 7% tidak sesuai dengan lonja-
lebih siap.” Bali. kan harga tanah dan bahan bangunan. Meski
Dari sisi perbankan, di tahun ini hampir diharapkan, kenaikan batasan harga itu bisa
semua bank saling berlomba untuk menyalur- menjadi booster agar pengembang makin ber-
kan KPR, baik subsidi maupun komersial. Suar- semangat membangun rumah rakyat.
dita berharap apa yang terjadi tahun ini bisa Untuk diketahui, pada awal tahun ini
terus berjalan hingga tahun depan. anggota DPD REI Bali hanya berjumlah sekitar
Meski optimis, namun Suardita mengakui 70-an, namun pada pertengahan tahun ini
bahwa pengembang di Bali mengkhawatirkan sudah meningkat hingga 120 anggota. Hal itu
adanya penurunan realisasi dan akad kredit salah satunya dipicu mulai bergairahnya kem-
rumah bersubsidi pada 2024. Pasalnya, anggar- bali sektor properti. (Teti Purwanti)
24 | Edisi 201, September 2023 | RealEstat Indonesia

