Page 51 - Majalah REI Edisi November 2023
P. 51
PERKOTAAN
Pemerintah juga merencanakan lang-
kah-langkah jangka panjang hingga 2045
dalam Rencana Pembangunan Jangka Pan-
jang Nasional (RPJPN) 2025-2045, dengan
target peningkatan kapasitas air dan akses
rumah tangga perkotaan terhadap air mi-
num pipa.
“Hal yang dilakukan tersebut menjadi
langkah menuju transformasi perkotaan
yang cerdas, inklusif, dan berkelanjutan
hingga 2045, melalui investasi dalam in-
frastruktur, pengembangan teknologi, dan
peningkatan layanan, serta sebagai komit-
men untuk menciptakan masa depan yang
lebih baik bagi warga perkotaan,” ujar Zevi.
Masalah Kesehatan
Sementara di diskusi terpisah, Ahli
Epidemiologi dari Universitas Indonesia
(UI) Pandu Riono mengatakan butuh kerja Solusi seperti itu harus segera dilakukan fasilitas yang menjadi gabungan baik milik
sama antara pemerintah pusat dan daerah, agar masalah kesehatan di kota besar se- pemerintah maupun swasta.
swasta, serta publik untuk mengentaskan perti Jakarta bisa dimitigasi. Selama ini Kelompok Keahlian Sistem Infrastruktur
masalah kesehatan di perkotaan termasuk berbagai masalah kesehatan tidak bisa di- Wilayah dan Kota Sekolah Arsitektur, Perenca-
di Jakarta. hindari, seperti Covid-19, TBC, HIV, Mpox, naan, dan Pengembangan Kebijakan ITB, I
Dia menyebutkan, kemampuan masya- DBD, ISPA/asma, hipertensi, obesitas, hingga Gusti Ayu Andani mengatakan aktivis ma-
rakat ditambah berbagai corporate social jantung. Belum lagi masalah kesehatan yang nusia apalagi di kota besar telah memicu
responsibility (CSR) dari berbagai perusaha- disebabkan oleh bencana seperi banjir, ke- perubahan iklim. Belum lagi berbagai hal
an, jika dikordinasikan oleh pemerintah se- bakaran, dan angin kencang. lain seperti kebakaran hutan, transportasi,
harusnya bisa menjadi bagian dari proses “Karena itu sangat dibutuhkan intervensi hingga sektor tambang dan industri.
penanganan kesehatan di Jakarta. dari pemerintah, termasuk promosi berbagai Ayu mengatakan, dampak krisis iklim
“Ada beberapa usulan solusi seperi in- penyakit, screening kesehatan, konseling, kini meluas karena bumi saling terkoneksi.
tegrasi semua sistem yang ada, komitmen hingga treatment,” jelas Riono. Misalnya saja kekeringan akan menyebab-
bersama dan kolaborasi, prioritasisasi, dan Di sisi lain, disebutkan setidaknya harus kan gagal panen sehingga harga-harga naik,
monev, “kata Riono dalam Urbie #8 IAP ada fasilitas kesehatan yang tersedia, baik masyarakat tidak bisa mengakses makan
DKI JAKARTA bertaju: Melangkah Menuju di tingkat pertama, komunitas berbasis RT/ bernutrisi, dan seterusnya.
Kota Sehat: Infrastruktur dan Mobilitas Ber- RW hingga di rumah susun atau apartemen. Kondisi perubahan iklim juga sering kali
kelanjutan di Jakarta, Senin (30/10). Selain itu, yang tidak ketinggalan adalah membawa berbagai organisme bersama
bermacam penyakit. Badai dan banjir misal-
nya, dapat menyebabkan perpindahan
yang membawa manusia ke dalam kontak
erat dengan patogen seperti kolera.
Pemanasan suhu dan curah hujan dapat
memperluas jangkauan patogen, memper-
luas risiko penyakit yang ditularkan melalui
serangga seperti penyakit Lyme, demam
berdarah atau malaria. Berkurangnya hutan
juga berakibat pada meningkatnya penyakit
pernapasan, termasuk infeksi saluran perna-
pasan atas dan juga asma.
“Sektor transportasi juga berkontribusi
pada kualitas udara yang buruk di DKI Ja-
karta, selain distribusi aktivitas (pengguna-
an lahan), dan perilaku manusia,” kata Ayu.
Serupa dengan Riono, Ayu juga me-
rekomendasikan perubahan perilaku dan
kerja sama berbagai level di Jakarta, ter-
masuk diperlukan intervensi kebijakan
FOTO-FOTO: ISTIMEWA publik. (Teti Purwanti)
RealEstat Indonesia | Edisi 203, November 2023 | 51

