Page 46 - Majalah REI Edisi November 2023
P. 46
ASPIRASI DAERAH
Tahun Ini, Pembeli Properti
di Jatim Didominasi End-User
ahun ini, pengembang di Jawa belumnya bernama Izin Mendirikan Bangu-
Timur (Jatim) memasang target nan (IMB).
pengembangan proyek naik 30% Dari sisi aturan tata ruang, diakui pengem-
T dibandingkan tahun 2022. Namun bang masih sering terbentur. Pasalnya, saat ini
diakui bahwa jelang penutupan tahun, capai- ada Lahan Sawah Dilindungi (LSD) sehingga
an target tersebut belum optimal. tidak semua tanah bisa dibangun perumahan.
“Bisa jadi ini karena sudah masuk tahun Akibatnya, pengembang semakin sulit men-
politik. Di sisi lain, sekarang pasar lebih dapatkan lahan murah untuk dibangun peru-
berhati-hati karena investasi properti tidak mahan.
murah. Jadi pembeli properti tahun ini adalah “Demikian pula dari sisi KPR di perbankan
real buyer (end user). Mereka beli karena butuh yang saat ini semakin selektif dan ketat,” tu-
rumah,” jelas Ketua Dewan Pengurus Daerah turnya.
Realestat Indonesia (DPD REI) Jatim, Soesilo
Efendy yang dihubungi, baru-baru ini. Harga Rumah
SOESILO EFENDY Dia menyebutkan, sekarang masyarakat Terkait rumah bersubsidi, diakui pengem-
KETUA DPD REI JATIM semakin selektif. Kalau dulu masih ada yang bang sudah sedikit bisa bernafas lega. Pasal-
membeli rumah untuk investasi, namun saat nya, pemerintah telah menaikkan harga
ini mayoritas membeli untuk dihuni (ditem- rumah subsidi untuk MBR dari yang semulai
pati). Rp150,5 juta sekarang menjadi Rp162 juta
Di Jatim, sejak pandemi tipe rumah dan tahun depan akan kembali dinaikkan
yang diminati konsumen juga ikut berubah. menjadi Rp166 juta.
Menurut Soesilo, umumnya calon pembeli “Meskipun sedikit terlambat karena harga
mencari rumah dengan ukuran yang lebih bahan bangunan sudah lama naik, namun
kecil, namun fasilitas lengkap dan harga tidak pengembang tetap menyambut gembira ke-
terlalu mahal. Karena itu, harga rumah di ba- putusan ini,” kata Soesilo Efendy.
wah Rp1 miliar menjadi primadona. Bahkan Survei Harga Properti Residensial (SHPR)
di luar Surabaya dan Sidoarjo, rumah yang yang dilakukan Bank Indonesia mengindikasi-
paling diminati adalah di bawah harga Rp500 kan Indeks Harga Properti Residendial (IHPR)
juta. kuartal II-2023 di Surabaya dan sekitarnya
Selain pasar yang semakin selektif, tan- tercatat 107,25 atau tumbuh 1,14 persen (year
tangan lain yang dihadapi pengembang di on year/yoy), atau melambat dibandingkan
Jatim adalah keberadaan rumah bekas atau kuartal sebelumnya 1,56 persen (yoy). Pen-
seken. Menurutnya, masyarakat lebih me- jualan rumah pada kuartal II-2023 terkontraksi
milih rumah seken karena surat-suratnya su- 5,73 persen (yoy).
dah lengkap. Hambatan penjualan yang utama adalah
Selain itu, kata Soesilo Efendy, bisnis pro- kenaikan harga bangunan serta perpajakan.
perti juga masih memiliki kendala seputar Meski pasar properti sedikit melambat, tetapi
perizinan yang berbeda di setiap daerah, ter- survei konsumen di Jatim pada Juli 2023
masuk izin Persetujuan Bangunan Gedung masih mengindikasikan keyakinan konsumen
(PBG) yang belum semua daerah memiliki yang optimistis terhadap kondisi ekonomi
peraturan daerah (perda) pengganti dari se- hingga akhir tahun ini. (Teti Purwanti)
“Meskipun sedikit terlambat karena
harga bahan bangunan sudah lama naik,
namun pengembang tetap menyambut
gembira keputusan ini.”
46 | Edisi 203, November 2023 | RealEstat Indonesia

