Page 31 - Majalah REI Edisi Mei 2023
P. 31
RITEL
Belum Merata
Laporan terbaru Jakarta Property Highlight
Knight Frank menyebutkan bahwa di semester
II-2022 rerata tingkat okupansi ruang ritel sudah
mengalami peningkatan tipis sebesar 78,8%
dibandingkan semester sebelumnya. Kenaikan
juga terjadi di rerata harga sewa dan service
charge yang naik sekitar 1,2% dibanding harga
tahun lalu.
Laporan tersebut juga mencatat ada tiga
proyek ritel terbaru di Jakarta yang akan ber-
operasi di 2023. Salah satunya berkonsep food
and beverage di Jakarta Utara, sehingga total
pasokan ruang ritel di Jakarta saat ini bertambah
menjadi 4.923.911 meter persegi. Sementara
untuk total future supply hingga tahun 2025,
akan ada enam proyek pusat belanja baru de-
ngan total area 292.109 meter persegi.
Willson Kalip, Country Head Knight Frank
Indonesia menambahkan performa ritel Ja-
karta saat ini diakui masih belum merata, dan
perbaikan performa memang tidak ditunju-
Mike Broomell menambahkan, tidak ada pakaian terutama berkategori sportswear dan kan oleh seluruh kelas ritel. Pengelola ritel
yang tahu pasti apakah tingkat work from footwear diyakini akan terus berekspansi. disarankan punya daya adaptasi yang cepat
the office ini akan terus meningkat dan pada Pendapat senada diungkap Director mengikuti dinamika tren saat ini.
akhirnya kembali ke posisi 100% seperti masa Strategic Consultancy Knight Frank, Sindiani “Diantaranya dengan melakukan pening-
pra-pandemi, atau regulasi bekerja secara hybrid Adinata. Menurutnya, ritel merupakan salah satu katan kualitas gedung (building upgrade) se-
akan terus diberlakukan perusahaan-perusaha- sub-sektor properti yang masih prospektif ke hingga nilai asetnya dapat terus diperhitung-
an di pusat kota. depan karena fast bounce back pasca pandemi. kan sebagai aset yang prospektif,” jelasnya.
“Tetapi macetnya jalanan Jakarta yang juga “Tingkat kegiatan masyarakat pada keba- Sementara laporan The Wealth Report 2023
memperlihatkan pulihnya ekonomi Indonesia nyakan pusat perbelanjaan di Jakarta me- Knight Frank menunjukkan sektor ritel menjadi
mengirimkan sinyal positif pada sub-sektor ritel ningkat tajam setelah dicabutnya PPKM. Ini salah satu sektor yang dilirik investor asing
secara umum di Jakarta,” pungkasnya. menjadi dorongan pasar ritel dalam mengejar secara global dengan persentase sebesar 12,2%.
Colliers International Indonesia mempre- ketertinggalan dalam beberapa tahun terakhir,” Hal ini diharapkan turut mendorong perbaikan
diksi sub-sektor ritel akan pulih dan tumbuh kata Sindiani. pasar pusat perbelanjaan di Indonesia. (Teti Purwanti)
lebih baik pada 2023.
Senior Associate Director Colliers Internati-
onal Indonesia, Ferry Salanto menyebutkan se-
jak 2022 saat PPKM dilonggarkan, sudah terlihat
adanya lonjakan tingkat kunjungan masyarakat
ke pusat perbelanjaan terutama di mal-mal
favorit. Ini memperlihatkan jika pembatasan
aktivitas menjadi faktor utama penurunan kun-
jungan masyarakat ke pusat perbelanjaan
“Dengan sudah dicabutnya status PPKM
membuat prospek sub-sektor ritel di 2023 akan
lebih baik lagi. Terbukti dari sisi pengembang
mereka sudah mulai ancang-ancang menaik-
kan harga sewa,” jelasnya.
Aktivitas kegiatan masyarakat yang sudah
mendekati normal juga berdampak pada kem-
bali maraknya acara dan pameran sehingga
membantu tingkat kunjungan ke pusat-pusat
ritel.
Menurut Ferry, pusat belanja yang meng-
akomodasi gaya hidup masih menjadi pilihan
konsumen. Gerai makanan dan minuman, baik
lokal maupun internasional masih magnet un-
tuk menarik pengunjung. Begitu pula riteler FOTO-FOTO: ISTIMEWA
RealEstat Indonesia | Edisi 196, April 2023 | 31

