Page 34 - Majalah REI Edisi September 2023
P. 34
PERKOTAAN
KURANG OPTIMAL, PENGEMBANGAN
KOTA BARU BUTUH KRITERIA TEGAS
KEMAJUAN PEMBANGUNAN 10 KOTA BARU PUBLIK alasannya harus kuat. Contoh orang mau pindah ke Serpong itu karena
DI INDONESIA MASIH KURANG OPTIMAL AKIBAT harga rumah di Jakarta makin mahal dan orang maunya tetap tinggal
MENGHADAPI BANYAK KENDALA. di rumah tapak (landed house),” ungkap Founder SS Center tersebut.
Dia tidak bisa memastikan apakah belum optimalnya pembangunan
10 kota baru adalah akibat kesalahan dalam pemilihan lokasi. Eman lebih
adahal, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional menekankan pada apakah kriteria-kriteria (untuk membangun kota
(RPJMN) 2019-2024 menargetkan setidaknya empat kota baru baru) sudah seluruhnya dipenuhi? Kriteria yang telah ditetapkan terse-
bisa terealisasi yakni di Maja (Banten), Sofifi (Maluku Utara), Tan- but wajib dijalankan, termasuk dalam penentuan lokasi kota baru.
Pjung Selor (Kalimantan Utara) dan Sorong (Papua Barat). Jika tidak memenuhi kriteria dan tidak jelas untuk kepentingan apa
Ketua Kehormatan Realestat Indonesia (REI), Soelaeman Soemawi- kota baru itu dibangun, tegas Eman, maka sebaiknya jangan dipaksakan
nata mengatakan membangun kota baru memang bukan pekerjaan apalagi sampai memasang target yang tidak realistis.
yang mudah. Penguatan pusat-pusat pertumbuhan wilayah dan strategi “Kalau memang tidak perlu (dibangun kota baru) ya jangan dipaksa,
pembangunan kawasan membutuhkan perencanaan yang benar-benar karena membangun kota baru itu butuh pendanaan besar sekali. Harus
matang termasuk kriteria yang jelas. Selain itu, diperlukan basis kegiatan ada alasan yang kuat bagi orang mau pindah ke kota baru misalnya di
ekonomi dan konektivitas dengan kota penghubung (hub city). kota sebelumnya ada masalah kesehatan (polusi), penduduk terlalu
Menurut Eman, demikian dia akrab disapa, parameter dan kriteria padat, atau rawan bencana alam seperti banjir dan gempa,” ujar Board of
lokasi kota baru perlu disepakati dulu. Misalnya kota baru berjarak Director Member FIABCI itu.
berapa kilometer dari kota inti yang menjadi pendukungnya, berapa Dalam beberapa kasus, menurut Eman, kondisi kota sebelumnya
jumlah penduduk dari kota inti yang ada di sekitarnya, dan aktivitas apa yang semakin padat dan harga tanah yang semakin mahal cukup
yang dapat membangkitkan ekonomi di kota baru tersebut sehingga ditanggani dengan melakukan perluasan kota ke wilayah di sekitarnya
orang mau pindah kesana? Lalu apakah ada aksesibilitas dan fasilitas yang sudah dihubungkan dengan infrastruktur jalan baru dan jaringan
seperti infrastruktur jalan, jaringan listrik dan air bersih. fasilitas kota lainnya.
“Secara teori, kriteria itu harus diperjelas dan diterapkan secara te-
gas. Tidak bisa sembarangan dalam menentukan lokasi kota baru, jadi
34 | Edisi 201, September 2023 | RealEstat Indonesia
34 | Edisi 201, September 2023 | RealEstat Indonesia

