Page 9 - Majalah REI Edisi Desember 2023
P. 9
TOPIK UTAMA
Proyeksi senada diungkapkan Handa Sulai- acuan BI dan ancaman resesi global. Oleh
man, Vice Chairman Cushman & Wakefield karena itu, penting bagi sektor perbankan
Indonesia. Menurutnya, meski dihadapkan pa- untuk memberikan dukungan dalam hal biaya
da sejumlah resiko dan ketidakpastian dunia pembelian properti. Apalagi, sebagian besar
yang meliputi melemahnya pertumbuhan eko- masyarakat Indonesia masih mengandalkan
nomi Tiongkok, volatilitas harga komoditas pembelian rumah dengan KPR bank.
dan konflik geopolitik di Ukraina-Rusia dan “Ini memerlukan perhatian khusus. Oleh
Palestina-Israel, tetapi fundamental ekonomi karena itu, kerjasama antara pembuat kebija-
Indonesia tetap solid. kan dan perbankan menjadi sangat penting,”
Hal itu ditunjukkan oleh pertumbuhan sebutnya.
ekonomi sebesar 5 persen selama tujuh kuartal Saat ini suku bunga acuan Bank Indonesia
berturut-turut. Sedangkan di 2024, proyeksi berada di level 6 persen. Suku bunga acuan
pertumbuhan ekonomi diharapkan mencapai RAYMOND ARFANDY BI tinggi menjadi sentimen negatif terhadap
5,2 persen. Inflasi di kuartal III-2023 terjaga SEKRETARIS JENDERAL sektor properti, karena masyarakat (konsumen)
rendah dengan dengan tingkat optimisme DPP REI menjadi sangat berhati-hati untuk membeli
masyarakat yang tinggi berdasarkan Indeks dengan fasilitas KPR.
Keyakinan Konsumen (IKK). Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia,
“Saya meyakini prospek industri properti mah untuk ditinggali. Apalagi sekarang ada Axell Ebenhaezer menyebutkan saat ini sudah
akan tetap baik di 2024. Meski ekspansi peru- insentif pajak PPN DTP ini,” ungkapnya disela- ada tanda-tanda penurunan suku bunga yang
sahaan sedikit tertunda (wait and see) karena sela pembukaan Rakerda REI DKI Jakarta, baru- kemungkinan akan dilakukan pada tahun de-
adanya pemilu di awal tahun, namun setelah itu baru ini. pan. (Rinaldi)
geliat pasar akan kembali normal,” prediksinya. Menurut Raymond, proyeksi pertumbuh-
Sekretaris Jenderal DPP Realestat Indone- an ekonomi dan pengetatan moneter yang
sia (REI) Raymond Arfandy mengatakan di sudah dilakukan selama dua tahun terakhir
tengah kondisi global yang masih diselimuti telah mampu menekan inflasi, sehingga Bank
ketidakpastian, perekonomian nasional dipre- Indonesia diperkirakan akan mulai melakukan
diksi masih mampu bertumbuh positif di ta- sejumlah pelonggaran pada pertengahan ta-
hun depan termasuk sektor properti tetap ber- hun 2024.
potensi tumbuh. Dia optimistis sektor properti mampu
Hal itu menjadi peluang bagi pengembang dongkrak penerimaan pajak menjadi Rp200
untuk terus menjaga momentum pemulihan triliun pada tahun 2023. Selain berkontribusi
pasar, terlebih pemerintah sudah memberikan terhadap penerimaan pajak, sektor properti
insentif fiskal berupa PPN DTP hingga akhir juga telah mendorong kinerja Pendapatan Asli
2024. Stimulus ini menjadi peluang untuk Daerah (PAD) mencapai Rp 52,9 triliun atau se-
pengembang menghabiskan ready stock yang tara 31 persen dari total pendapatan daerah
masih ada. per tahun.
“Sektor properti terutama perumahan
masih seksi, karena kebutuhannya masih cu- Antisipasi Suku Bunga
kup tinggi. Karena itu diperkirakan subsektor Hendra Hartono, CEO PT Leads Property
ini dapat bertumbuh di 2024, mengingat Services Indonesia menambahkan hal yang
permintaannya mayoritas datang dari para perlu diperhatikan pelaku bisnis properti di
end user (pengguna) yang memang butuh ru- 2024 adalah potensi kenaikan suku bunga FOTO-FOTO: ISTIMEWA
RealEstat Indonesia | Edisi 204, Desember 2023 | 9

