Page 8 - Majalah REI Edisi Februari 2023
P. 8
ASPIRASI DAERAH
Masuki Tahun 2023, PBG
Masih Jadi Hambatan di NTT
emasuki tahun 2023, masalah Per- punyai harapan besar untuk rumah komersial
setujuan Bangunan dan Gedung juga bisa bergerak kembali seperti sebelum
(PBG) masih menjadi hambatan pandemi,” harap Bobby.
Mutama bagi pengembang di Nusa Bobby merinci, sejak 2020 hingga seka-
Tenggara Timur (NTT). Meski sudah ada yang rang, penyerapan rumah komersial sangat
dikeluarkan pada kuartal IV 2022, namun ma- minim bahkan hampir nihil. Kalau pun ada
sih sangat terbatas. penyerapan untuk hunian komersial, masih
Salah satu daerah yang masih terkendala didominasi rumah seharga Rp300 juta hingga
dengan PBG adalah NTT. Ketua Dewan Peng- Rp400 juta per unit.
urus Daerah Realestat Indonesia (DPD REI) Tahun ini, REI NTT juga berharap mulai
NTT, Bobby Pitoby menyebutkan masalah PBG bisa menjual rumah toko (ruko) yang tengah
belum terurai di daerah tersebut, salah satunya menjadi tren di berbagai daerah.
respon pemerintah daerah yang minim. Disebabkan penyerapan rumah komersial
“PBG sampai saat ini masih terkendala yang masih sangat minim, pengembang REI
prosesnya, karena masih banyak PBG yang be- di NTT sangat bergantung kepada rumah BOBBY PITOBY
lum terbit,” jelas Bobby. subsidi. Sayangnya, pembangunan saat ini KETUA DPD REI NTT
Menurutnya, PBG sudah mulai ada yang terkendala karena harga jual baru rumah
dikeluarkan pada kuartal IV 2022. Sayangnya subsidi yang masih tertunda di pemerintah
masih sangat terbatas. Dari 22 kabupaten/kota pusat. Bahkan banyak pengembang di NTT
yang ada di NTT, hanya 8 kabupaten/kota yang yang menghentikan dulu produksi rumah
sudah menerbitkan PBG. bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan
Tersendatnya penerbitan PBG juga tidak rendah (MBR).
terlepas dari masih bermasalahnya sistem Developer di Negeri Seribu Bukit itu sangat
online single submission (OSS) sehingga cukup mengharapkan kenaikan harga rumah subsidi
menghantui para pelaku usaha termasuk pe- yang sudah tiga tahun tidak dilakukan dapat
ngembang di NTT. terealisasi pada 2023. Kondisi pengembang
“Parahnya lagi, mayoritas kabupaten/kota juga diperparah akibat kenaikan harga bahan
di NTT belum memiliki rencana detil tata ruang bangunan yang sudah mencapai 35%, dan
(RDTR). Dampak dari semua masalah ini, OSS ditambah kenaikan ongkos kerja.
tidak bisa membaca, sehingga pengembang “Kami berharap, harga rumah subsidi bisa
tidak bisa melakukan akad kredit,” ujar Bobby. direalisasikan dalam waktu dekat. Sehingga pe-
Untungnya, DPD REI NTT menjalin hu- ngembang yang berhenti (membangun) akan
bungan baik dengan pemerintah daerah memulai kembali pembangunan,” ujarnya.
(pemda) sehingga ada komunikasi intens Pengembang menghentikan pembangu-
sehingga ditargetkan masalah PBG ini akan nan dikarenakan keuntungan (margin) dari
selesai pada tahun ini. rumah subsidi sangat minim, sehingga kenai-
kan sebesar 7% seperti janji pemerintah akan
Target Pembangunan menjadi profit bagi pengembang.
Tahun ini, REI NTT menargetkan pem- “Kami sebenarnya berharap harga rumah
bangunan sebanyak 3.000 unit rumah subsidi, subsidi bisa naik hingga 10% agar pasar bisa
atau lebih tinggi dibanding capaian pada 2022 kembali bergairah. Saat ini anggota REI NTT
sebanyak 1.728 unit. mencapai 86 perusahaan, dan 85% diantaranya
“Kami targetkan penjualan rumah subsidi membangun rumah bersubsidi,” tegas Bobby.
meningkat di 2023. Selain itu kami mem- (Teti Purwanti)
“Tersendatnya penerbitan PBG juga tidak terlepas dari masih
bermasalahnya sistem online single submission (OSS) sehinggga cukup
menghantui para pelaku usaha termasuk pengembang di NTT.”
8 | Edisi 194, Februari 2023 | RealEstat Indonesia

