Page 51 - Majalah REI Edisi Mei 2023
P. 51

RUMAH RAKYAT



















                   STEVANUS J. MANAHAMPI
                    DIREKTUR PROGRAM JPI





                                                                                                        FOTO-FOTO: ISTIMEWA
                 Ditambahkan, survei juga mengungkap   ngeluhkan kondisi tidak ada lift, lingkungan   atensi lebih dalam aspek pengelolaan rusun
              bahwa tingkat kepuasan penghuni cenderung   berisik, kualitas air yang kurang baik, dan jauh   sederhana, menyiapkan kebijakan sektor
              berpengaruh terhadap keinginan untuk pin-  dari sarana-prasarana umum.   transportasi yang dapat terintegrasi dan men-
              dah, setidaknya dalam dua tahun ke depan.   Dari penghuni rusunami swasta, sisi nega-  dukung program penyediaan rusun.
              Selain itu, ada juga faktor kenyamanan yang   tif terutama soal kurangnya lahan parkir dan   Kepala Seksi Pengembangan Peran  Serta
              terbangun dari faktor lama tinggal. Warga di   tingkat kebersihan lingkungan yang di bawah   Masyarakat Dinas Perumahan Rakyat dan
              rusunawa pe-merintah yang ingin pindah   ekspektasi.                   Kawasan  Permukiman  Pemprov  DKI  Jakarta,
              hanya 10 persen. Sementara itu, penghuni   “Mayoritas penghuni rusunawa dan rusu-  Mukti  Andriyanto  menjelaskan  bahwa  pihak-
              rusunami swasta yang ingin pindah ada 17   nami masih mengandalkan sepeda motor   nya sudah menugasi 15-20 satuan kerja pe-
              persen.                            dan  mobil  pribadi,  disusul  ojek  online,  serta   rangkat daerah dan badan usaha milik daerah di
                                                 segelintir yang mengandalkan bus Transjakarta   tiap rusunawa. Mereka bertugas menciptakan
              Perlu Perbaikan                    untuk mobilitas sehari-hari,” jelasnya.   kenyamanan bagi penghuni rusunawa.
                 Sebaliknya, survei JPI itu turut mengung-  JPI merekomendasikan beberapa alterna-  Satuan kerja ini juga bertugas membuka
              kap sisi negatif yang dirasakan penghuni   tif kebijakan terkait perumahan vertikal ke   rute dari lokasi rusunawa dan mengintegrasi-
              rusunawa dan rusunami. Mayoritas mereka me-  depan. Beberapa aspek penting yaitu perlunya   kannya dengan rute lain. Selain aktif membe-
                                                                                     rikan beragam pelatihan untuk meningkatkan
                                                                                     taraf kehidupan penghuni.
                                                                                        “Kami berusaha membuat penghuni be-
                                                                                     tah,” ungkapnya.
                                                                                        Mukti Andriyanto mengatakan pihaknya
                                                                                     juga sedang mengkaji keandalan bangunan
                                                                                     rusunawa berupa blok-blok yang ada saat
                                                                                     ini. Rusunawa berupa blok biasanya memiliki
                                                                                     maksimal ketinggian lima lantai dan dibangun
                                                                                     sebelum 2013. Hasil kajiannya akan menjadi
                                                                                     dasar perencanaan revitalisasi rusunawa di
                                                                                     masa mendatang.
                                                                                        “Ke depan mungkin bisa dibangun ulang
                                                                                     dengan ketinggian bangunan 2,5 kali lipat dari
                                                                                     ketinggian saat ini,” sebutnya.
                                                                                        Sementara itu, Ketua Kelompok Ilmu
                                                                                     Perumahan dan Permukiman Perkotaan Uni-
                                                                                     versitas Indonesia (UI), Joko Adianto menilai
                                                                                     pembangunan rusunawa dapat dikembang-
                                                                                     kan di bangunan milik pemerintah. Misalnya di
                                                                                     pasar yang dimiliki badan usaha milik daerah.
                                                                                        “Rusun Pasar Rumput itu merupakan con-
                                                                                     toh baik dari optimalisasi pemanfaatan ruang.
                                                                                     Ini bisa diduplikasi di tempat lain,” ujarnya. (Rinaldi)


                                                                                         RealEstat Indonesia  |  Edisi 196, April 2023   |   51
                                                                                                                    51
                                                                                                      |
                                                                                                                  |

                                                                                                             pril 2023
                                                                                                            A

                                                                                               Indonesia

                                                                                                       Edisi 196,
                                                                                            Estat
                                                                                         Real
   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56