Page 6 - Majalah REI Edisi Mei 2023
P. 6
ASPIRASI DAERAH
Pasar Rumah Villa di Bali
Terus Menggeliat
ebagai destinasi wisata terbaik di Indo- Selain rumah komersial, tahun ini REI Bali
nesia, Provinsi Bali menjadi salah satu juga menargetkan pembangunan sekitar
daerah yang paling terpukul akibat 1.500 unit rumah bersubsidi. Target tersebut
Spandemi Covid-19. Namun, siapa sama seperti halnya tahun lalu. Gede Suardita
sangka jika pasca pandemi Kota Denpasar optimistis tahun ini realisasi akan lebih baik,
menjadi daerah dengan kenaikan harga ru- mengingat backlog di Bali mencapai 15.000
mah tercepat menurut survei salah satu portal unit dan 60% diantaranya adalah masyarakat
pencarian properti nasional. berpenghasilan rendah (MBR).
Ketua Dewan Persatuan Daerah Realestat “Apalagi semua bank Himbara saat ini
Indonesia (DPD REI) Bali, I Gede Suardita gencar menyalurkan KPR termasuk KPR FLPP,”
mengatakan pasca pandemi penjualan rumah ungkapnya.
villa memang bertumbuh kembali karena
pariwisata mulai menggeliat. Adapun hunian Dampak Pandemi
yang paling dicari berkisar dari Rp1 miliar Meski bisnis properti di Bali mulai mem-
hingga Rp2 miliar, atau berbeda dengan dae- baik, namun diakui Gede Suardita jika selama I GEDE SUARDITA
rah lain yang harga di bawah Rp1 miliar paling hampir tiga tahun pandemi sudah menye- KETUA DPD REI BALI
diminati. babkan dampak berat bagi pengembang
“Sebagian besar pembeli berasal dari luar anggota REI Bali. Banyak pengembang yang
Bali yang memang berencana berinvetasi di bisnisnya terseok-seok, sehingga berpengaruh
Bali, baik dari Jakarta, Surabaya, dan Kaliman- pada jumlah anggota REI di Bali.
tan, terutama pengusaha tambang,” ujar Gede “Jumlah anggota REI Bali yang daftar
Suardita kepada Majalah RealEstat Indonesia, ulang pada tahun ini berkurang hingga 50%.
baru-baru ini. Memang banyak kisah sedihnya selama pan-
Secara lokasi, rumah villa yang paling demi kemarin, karena dari 140-an perusahaan
banyak dicari berada di tiga wilayah yaitu anggota yang aktif, sekarang hanya tersisa 70
Ubud, Cangu, dan sekitaran Jimbaran. anggota saja,” jelasnya.
Menurutnya, pertumbuhan penjualan Menurut Gede Suardita, banyak pengem-
dan pembangunan rumah villa akan terus bang yang gagal restrukturisasi sehingga
bertumbuh pada tahun ini. Apalagi semenjak proyeknya diambil alih bank. Dia berharap
perang di Ukraina, setidaknya ada 9.000 warga tahun ini pengembang anggota REI dapat
negara tersebut yang mengantongi visa long bangkit kembali dengan menangkap peluang
stay di Bali. pasar yang saat ini terbuka lebar.
“Villa sewa di Bali makin banyak dicari. “Tahun ini, REI Bali mendesak harga rumah
Harga Rp2 miliar yang paling banyak dicari, subsidi bisa dinaikkan meski pun hanya 5%.
dan peminatnya yang dari kalangan itu-itu Kami berharap kepastian itu segera datang,
saja. Sekarang makin terasa kalau Bali sudah dan bukan terus digantung seperti saat ini,”
kembali menjadi lokasi investasi properti,” se- tegas Gede Suardita.
but Gede Suardita. Dia juga berharap tidak pemerintah tidak
Disebutkan, sejak pandemi banyak wisata- menambah beban pengembang dengan re-
wan di Bali lebih memilih villa dibandingkan gulasi-regulasi baru, apalagi persoalan lama
menginap di hotel. Tren tersebut diperkirakan seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG)
akan terus berlanjut dan membuka peluang dan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) belum se-
untuk pasar rumah villa. penuhnya ada titik terang. (Teti Purwanti)
“Jumlah anggota REI Bali yang daftar ulang pada tahun ini berkurang
hingga 50%. Memang banyak kisah sedihnya selama pandemi
kemarin, karena dari 140-an perusahaan anggota yang aktif,
sekarang hanya tersisa 70 anggota saja.”
6 | Edisi 196, April 2023 | RealEstat Indonesia

