Page 10 - Majalah REI Edisi September 2023
P. 10

TOPIK UTAMA



































            MENAKAR DAMPAK KEBANGKRUTAN



                  EVERGRANDE DI INDONESIA





           PASAR PROPERTI DI CHINA MASIH MELANJUTKAN SENTIMEN NEGATIF PASCA KEBANGKRUTAN EVERGRANDE. SITUASI ITU TELAH
           MENYEBABKAN KRISIS PROPERTI DI TIONGKOK YANG DITANDAI DENGAN BERHENTINYA RATUSAN PROYEK PERUMAHAN DAN
           APARTEMEN, SERTA TERJADINYA PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) SECARA MASSAL. SEJUMLAH PIHAK PUN MEMPERINGATKAN
           DAMPAK LANJUTAN DARI KRISIS TERSEBUT UNTUK INDONESIA.

                elaku industri properti di Indonesia dituntut untuk terus mencer-  negatifnya terhadap sektor properti nasional, saya kira hanya bersifat
                mati imbas kebangkrutan perusahaan properti ternama Evergran-  sementara,” tegasnya.
                de yang gulung tikar akibat terjebak utang ribuan triliun. Utang   Dia menilai investor properti sementara akan menahan diri (wait and
          PEvergrande ini tercatat sebagai utang pengembang terbesar di   see) agar lebih memiliki waktu untuk mempelajari perkembangan pasar
           dunia hingga saat ini, serta turut menguncang perekonomian Tiongkok   global, sambil memetakan sektor properti mana yang paling aman.
           yang hampir sekitar 30% ditopang sektor realestat.   Tetapi untuk segmen residensial kelas menengah ke bawah di Indonesia,
              Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI), Joko Suranto mengata-  Joko Suranto meyakini tidak akan banyak terpengaruh. Pasalnya, pem-
           kan, dampak dari kebangkrutan Evergrande pasti akan terasa pada   beli rumah di Indonesia mayoritas mengandalkan pasar domestik dan
           sektor properti di Indonesia. Tetapi efeknya tidak signifikan dan tidak   kebutuhan dari pengguna (end user) masih sangat besar.
           akan berlangsung lama. Menurutnya, krisis di China secara tidak lang-  Disebutkan, saat ini angka kekurangan rumah (backlog) rumah di
           sung berdampak karena saat ini Tiongkok adalah mitra dagang terbesar   Indonesia masih sangat tinggi yakni lebih dari 12,7 juta unit. Ditambah
           Indonesia.                                           lagi dengan penambahan backlog sebesar 700 ribu hingga 800 ribu unit
              Riset dari Bank Dunia menunjukkan bahwa setiap pertumbuhan   setiap tahunnya, termasuk dari angka perkawinan yang mencapai 1 juta
           ekonomi China turun 1%, akan menyebabkan penurunan sekitar 0,5%     pasangan per tahun.
           pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Lebih lagi, kata Joko Suranto,   “Untuk rumah menengah ke bawah, baik pasokan dan permintaan
           sebagian besar pasokan bahan material di dalam negeri seperti besi baja   masih tetap terjaga dan tidak akan banyak terpengaruh kondisi krisis
           dan keramik masuk tergantung kepada impor dari Tiongkok. Karena itu,   properti atau ekonomi dari negara mana pun termasuk di China. Meski-
           sektor riil bisa mengalami sedikit tekanan.          pun mungkin ada perlambatan karena perbankan akan lakukan mitigasi
              “Pengaruh atau  dampaknya  pasti  akan  ada, karena  hubungan   dalam penyaluran kredit kepada pengembang sesuai prinsip kehati-ha-
           ekonomi Indonesia-China itu sangat erat. Tapi kalau pun ada dampak   tian perbankan,” paparnya.

           10      |     Edisi 201,  September 2023   |   Real Estat   Indonesia
           10   |  Edisi 201, September 2023  |  RealEstat Indonesia
   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15