Page 9 - Majalah REI Edisi September 2023
P. 9
TOPIK UTAMA
“JP Morgan,
memperingatkan
bahwa gagal bayar
utang yang terjadi
kepada Evergrande
dan Country Garden
berpotensi memicu
gagal bayar pada
pengembang properti
lain di China.”
FOTO-FOTO: ISTIMEWA
Utang yang tidak mampu dibayarkan oleh kegiatan konstruksi komersial, hotel resort, pu- bangunan satu juta rumah di China terancam
Evergrande mencapai US$ 330 miliar atau se- sat perbelanjaan, dan rumah sakit. mangkrak.
kitar Rp 4.950 triliun (kurs Rp 15.000). Tak heran jika pendiri Evergrande Hui Kan Teranyar, Country Garden telah berusaha
Kebangkrutan pengembang properti de- Yan dinobatkan sebagai orang terkaya di Asia untuk membayarkan kewajiban utangnya.
ngan utang terbanyak di dunia ini berawal dengan kekayaan pribadi lebih dari US$10 mi- Meski begitu, perusahaan ini tetap berisiko
dari kekacauan pengelolaan keuangan sejak liar. gagal bayar jika kinerja keuangannya makin
beberapa tahun terakhir. Pasalnya, mayoritas memburuk. Dikutip dari Reuters, perusahaan
kegiatan bisnis di perusahaan tersebut dila- Dampak Lanjutan ini gagal membayar surat obligasi senilai
kukan dengan dana pinjaman sehingga ber- JP Morgan, perusahaan penyedia layanan US$22,5 juta atau sekitar Rp344 miliar yang
ujung kepada gagal membayarkan tagihan perbankan, investasi, sekuritas, manajemen jatuh tempo pada 6 Agustus, tetapi pada masa
utang karena mengalami krisis likuiditas. Selain aset hingga pembiayaan rumah memper- tenggang 30 hari obligasi ini akhirnya terba-
jor-joran berutang, tata kelola manajemen yang ingatkan bahwa gagal bayar utang yang ter- yarkan.
buruk seperti menunda pembangunan proyek jadi kepada Evergrande dan Country Garden Untuk mengatasi kasus gagal bayar
apartemen dan menahan pembayaran ke berpotensi memicu gagal bayar pada pe- utang pengembang properti ini berlanjut,
vendor atau supplier juga turut memperburuk ngembang properti lain di China. Pemerintah China telah melakukan berbagai
keadaan. Hal itu dikarenakan sektor realestat menja- upaya konkret. Apnews.com menyebutkan
Situasi keuangan Evergrande semakin pa- di penopang ekonomi di Tiongkok. Pada tahun langkah awal yang diambil oleh Pemerintah
rah pasca keputusan Pemerintah China yang 2021, sektor ini menyumbang sekitar 25,4% China adalah meyakinkan pelaku pasar dan
menerapkan kebijakan “Tiga Garis Merah” dari produk domestik bruto (PDB) negara ter- masyarakat bahwa masalah utang dalam in-
untuk membatasi utang dan meminta peng- sebut. dustri properti tidak akan berdampak lebih
embang menawarkan diskon untuk produk Hal senada diungkap praktisi pasar modal, jauh terutama di luar batas negara.
properti yang dijual kepada warga China. Rivan Kurniawan. Dia mengaku khawatir Coun- “Sistem keuangan kami memiliki isolasi
Evergrande pun dilaporkan gagal memba- try Garden kemungkinan akan menyusul lang- dari arus modal global, sehingga probabilitas
yar enam obligasi yang jatuh tempo pada 2022 kah Evergrande. Bahkan dampak yang lebih ekspansi krisis ke negara lain sangat minim.
dan 10 obligasi yang jatuh tempo pada 2023. parah, beberapa pengembang lain di China Hal ini memastikan bahwa permasalahan di
Sejumlah dokumen resmi menyebutkan, pada juga berisiko mengalami gagal bayar. industri properti di China tidak akan meme-
November 2022 Evergrande bahkan terpaksa “Krisis kedua perusahaan properti ini akan ngaruhi ekonomi global secara signifikan,” te-
menjual tanah kantor pusatnya di Shenzhen berdampak terhadap ekonomi China secara gas Fu Ling-hui dari Biro Statistik Nasional.
seharga US$1 miliar. keseluruhan, karena banyak pengembang lain Pemerintah juga telah mengambil inisiatif
Sebelum terlilit utang besar dan dinyatakan saat ini berutang besar kepada bank,” ujar Rivan. perubahan kebijakan guna menghadapi
bangkrut, Evergrande dikenal sebagai perusa- Situasi yang tidak jauh berbeda kini dia- masalah utang di sektor properti melalui pe-
haan properti terkemuka di Tiongkok. Pada lami Country Garden, karena perusahaan nerapan kebijakan “tiga garis merah” untuk
2020, Evergrande sukses meraup laba sebesar properti tersebut memiliki kewajiban bayar mengendalikan utang tinggi pengembang
US$110 miliar. Selain pemain utama di industri mencapai US$191,7 miliar atau setara Rp2.931 properti dengan membatasi rasio utang peru-
realestat, perusahaan ini juga terlibat dalam triliun. Akibat utang tersebut membuat pem- sahaan. (Rinaldi/berbagai sumber)
9
RealEstat Indonesia | Edisi 201, September 2023 | 9
|
|
September 2023
Indonesia
Edisi 201,
Estat
Real

