Page 13 - Majalah REI Edisi September 2023
P. 13
TOPIK UTAMA
“Saat ini baru pulih
sekitar 70%, dan
kemungkinan bisa
pulih penuh 100
persen dan rebound
pada 2025 atau usai
proses pemilihan
umum. Penyerapan
distribusi properti
juga belum merata di
setiap daerah, karena
ada daerah yang
rata-rata penyerapan
pasarnya masih
di bawah 50%.”
Tetapi harus diakui, masih banyak per-
soalan lain yang menjadi penghambat teruta-
ma berkaitan dengan perizinan. Diantaranya
sistem perizinan Online Single Submission
(OSS) yang belum siap di daerah, termasuk
hambatan Persetujuan Bangunan Gedung
(PBG), Lahan Sawah Dilindungi (LSD), dan izin ada daerah yang rata-rata penyerapan pasar- ada dampaknya tidak akan berlangsung
UKL/UPL. Aturan rumah subsidi yang sering nya masih di bawah 50%. lama. Kembali lagi kita lihat bahwa kebutuh-
berganti juga perlu dibenahi ke depan. an hunian di Indonesia masih sangat besar,
Beberapa kebijakan pemerintah me- Apa strategi REI untuk meningkatkan ki- dan mayoritas pengembang mengandalkan
mang belum friendly, sehingga perlu kon- nerja sektor properti? pembelian dari pengguna (end user) teruta-
sistensi kebijakan agar tidak berubah-ubah. Kami berkomitmen untuk menumbuh- ma di segmen menengah dan bawah.
Karena bisnis properti tidak bisa on-off, se- kan kinerja sektor properti nasional melalui Jadi, pemulihan pasar properti di Indo-
hingga kalau sudah sempat berhenti butuh sejumlah kajian strategis. Salah satunya, REI nesia akan terus berlanjut. Karena berbeda
waktu untuk disuruh bergerak kembali. REI tengah merumuskan beroperasinya badan dengan sektor properti di China yang sering
akan terus menjalin komunikasi dan koordi- kajian yang mampu menghadirkan basis da- dibuat untuk investasi, hunian di Indonesia
nasi agar pemerintah memahami situasi ter- ta pasar properti dalam negeri. Karena saat mayoritas dibeli untuk tempat tinggal. Hal
sebut. ini industri properti tidak punya lembaga tersebut sangat mendukung cash flow de-
yang memback-up dari sisi data. veloper nasional. Apalagi, struktur utang pe-
Pasca pandemi, bagaimana kondisi Badan Kajian Strategis (BKS) DPP REI ini ngembang nasional saat ini tidak ada yang
pasar properti? nantinya menjadi think tank untuk melaku- sebesar utang pengembang di Tiongkok.
Kondisi pasar properti di Indonesia saat kan riset, analisa dan verifikasi berbasis data.
ini belum 100% pulih. Tekanan sektor properti Badan ini bertugas merumuskan data dan Apa yang tetap perlu diwaspadai?
telah terjadi sejak akhir 2019 atau sebelum solusi persoalan untuk disampaikan kepada Pengembang nasional sebaiknya mela-
pandemi Covid-19 melanda. Sekarang se- pemerintah atau stakeholder terkait. Selain kukan perencanaan yang matang, termasuk
dang proses pemulihan tapi belum secepat membangun database properti yang dapat dalam mengelola sumber pembiayaan.
recovery yang terjadi di sektor lain. diakses secara digital oleh masyarakat. Selalu gunakan data dan survei yang
Saat ini baru pulih sekitar 70%, dan ke- valid, sehingga pembangunan itu secara
mungkinan bisa pulih penuh 100% dan Terkait kasus gagal bayar Evergrande dan pasar dan pendanaan internal bisa terjaga
rebound pada 2025 atau usai proses pemi- Country Garden di China, apa dampaknya kesinambungannya. Saat ini, pengembang
lihan umum. Penyerapan distribusi properti terhadap pasar properti Indonesia? masih bisa ngegas, tapi harus juga jaga rem.
juga belum merata di setiap daerah, karena Efeknya tidak signifikan dan kalau pun (Rinaldi)
RealEstat Indonesia | Edisi 201, September 2023 | 13

