Page 19 - Majalah REI Edisi Januari 2023
P. 19
ASPIRASI DAERAH
Sektor Properti Masih Butuh
Insentif Pajak dan Regulasi
enjualan properti terus bertumbuh bangunan 15.000 unit rumah baik subsidi
terutama untuk hunian komersial. Sa- maupun komersial. Dimana hingga November
lah satunya didorong adanya stimulus 2022 saja sudah tercapai sekitar 12.000 unit
PPajak Pertambahan Nilai Ditanggung dengan porsi 80% rumah subsidi dan 20% hu-
Pemeritan (PPN DTP) untuk sektor properti nian komersial.
yang diluncurkan pemerintah sejak 2021. Na- Untuk sektor rumah subsidi di 2023, di-
mun, insentif tersebut telah berakhir pada 31 khawatirkan pasokan akan menurun bah-
September 2022 lalu. kan stagnan jika tidak ada kenaikan harga
Ketua Dewan Pengurus Daerah Realestat rumah subsidi. Pasalnya, harga rumah subsidi
Indonesia (DPD REI) Sumatera Selatan, Zew- ini hampir tiga tahun tidak naik, sementara
wy Salim menyebut insentif seperti PPN bahan bangunan sudah naik berulang kali. Di
DTP seharusnya tetap dilanjutkan, karena sisi lain, kuota dana likuiditas rumah subsidi di-
kemudahan pajak dan regulasi efektif mendo- tingkatkan pemerintah di 2023.
rong penjualan properti tumbuh. Selain tentu- “Supaya tidak terjadi stagnasi pasokan
nya menggerakkan pula ratusan sektor riil rumah subsidi dan target kuota tersebut ZEWWY SALIM
lainnya. tercapai, REI Sumsel mendesak pemerintah KETUA DPD REI SUMSEL
“Kalau tidak ada stimulus, kami yakin pro- menaikkan harga dan memberikan kemuda-
perti 2023 akan stagnan,” ujar Zewwy kepada han di perbankan agar penyerapan di kabupa-
Majalah RealEstat Indonesia, baru-baru ini. ten/kota bisa lebih banyak,” desak Zewwy.
Dia mendesak agar PPN DTP diperpanjang Saat ini, karena belum adanya kepastian
setidaknya hingga akhir 2023 untuk memacu kenaikan harga dari pemerintah pusat, mem-
pemulihan sektor properti pasca didera pan- buat para developer mulai menurunkan
demi Covid-19. Zewwy mengakui, stimulus volume pembangunan. Beberapa pengem-
tersebut sangat membantu penjualan properti bang masih membangun untuk memenuhi
komersial di Sumatera Selatan selama dua ta- permintaan masyarakat dengan patokan har-
hun terakhir. ga lama meski dengan resiko margin semakin
“Dua tahun terakhir ini pengembang berkurang.
sudah terbiasa dengan stimulus PPN DTP, se- Daerah Talang Jambe, Talang Keramat,
hingga telah siap menerapkannya,” sebutnya. Tanjung Barangan serta Borang masih menjadi
Konsumen yang paling banyak menggu- fokus lokasi pembangunan rumah subsidi oleh
nakan stimulus PPN DTP adalah ASN, karyawan pengembang REI Sumsel.
BUMN dan swasta. Sementara secara harga, Selain soal harga, Zewwy berharap peme-
menurut Zewwy, rumah di bawah Rp500 juta rintah bisa memberikan perhatian agar PLN
menjadi yang paling diminati. Permintaan memberi kemudahan pemasangan jaringan
rumah di segmen ini terus meningkat terutama ke lokasi perumahan karena selama ini mem-
di Kota Palembang dan sekitarnya. beratkan biaya investasi pengembang baik di
rumah subsidi maupun komersil.
Geliat Ekonomi “Saat ini investasi (jaringan) secara keselu-
Tingginya permintaan rumah, menurut ruhan masih dibebankan kepada pengem-
Zewwy, menunjukkan perekonomian di Bumi bang, mungkin karena masih suasana pandemi
Sriwijaya mulai mengeliat dan bangkit pasca meski sudah ada pelonggaran aktivitas masya-
pandemi. rakat. Kami berharap masalah dengan PLN ini
Di 2022, REI Sumsel menargetkan pem- segera ada titik terang,” kata Zewwy. (Teti Purwanti)
“Supaya tidak terjadi stagnasi pasokan rumah subsidi dan target kuota
tersebut tercapai, REI Sumsel mendesak pemerintah menaikkan harga dan
memberikan kemudahan di perbankan agar penyerapan di kabupaten/
kota bisa lebih banyak.”
RealEstat Indonesia | Edisi 193, Januari 2023 | 19

