Page 20 - Majalah REI Edisi November 2023
P. 20
ASPIRASI DAERAH
REI NTT Tambah Target
Pembangunan Rumah Subsidi di 2024
eski memasuki tahun politik, na- tahankan suku bunga KPR-nya karena kondisi
mun Dewan Pengurus Daerah bisnis properti saat ini belum sepenuhnya
Realestat Indonesia (DPD REI) pulih usai pandemi Covid-19. Dampak dari
MNusa Tenggara Timur justru tidak kenaikan suku bunga kredit, ungkap Bobby,
mengendurkan pembangunan rumah di dae- akan mulai terasa pada konsumen di akhir ta-
rah tersebut. hun ini dan kemungkinan konsumen rumah
Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby meng- komersial akan kembali ke subsidi.
atakan banyak sektor usaha yang memilih “Saya kira untuk rumah komersial akan te-
untuk wait and see jelang tahun politik. Na- rasa akhir tahun ini, karena nilai angsuran yang
mun khusus sektor properti di NTT, dia me- naik akan membuat nasabah lebih memilih
nyebutkan tahun depan justru ada peningka- rumah subsidi. Apalagi, rumah komersial di
tan target rumah subsidi dari tahun ini NTT kisaran harganya tidak berbeda jauh
sebanyak 2.750 unit menjadi 3.000 unit. dengan rumah subsidi yakni di kisaran Rp300
“Hingga akhir tahun, realisasi rumah sub- juta hingga Rp500 juta,” kata Bobby.
BOBBY PITOBY sidi masih mendominasi penyerapan di NTT Saat ini, developer di daerah itu mulai
KETUA DPD REI NTT hingga 85% dari total penjualan rumah di NTT. fokus untuk membangun rumah di range
Sementara tahun depan, rumah subsidi masih harga antara Rp200 juta hingga Rp400 juta.
mendominasi bahkan akan meningkat karena Padahal sebelumnya, banyak developer NTT
dampak kenaikan suku bunga KPR komersial,” justru melakukan pembangunan komersial di
jelas Bobby. harga di atas Rp400 juta. Adapun pasar pro-
Menurutnya, sektor rumah subsidi juga perti komersial di NTT banyak diserap oleh
akan menggeliat karena spending dari pe- PNS dan swasta.
milihan presiden, legislatif, dan juga pemilu-
kada yang membuat buying power bertum- Hambatan Perizinan
buh. Untuk diketahui, hingga September Di sisi lain, Bobby menyebutkan keku-
2023, hunian subsidi di NTT sudah terserap rangan pasokan (backlog) rumah di NTT
sebanyak 2.128 unit. mencapai 90.536 unit rumah. Ditambah lagi,
Bobby mengaku masih optimis hingga dengan rumah tidak layak huni (RTLH) NTT
akhir tahun bisa mencapai target sebanyak yang mencapai 340 ribu unit. Sayangnya,
2.750 unit. Pasalnya pada akhir tahun biasanya meski backlog masih tinggi, namun sejumlah
semua stakeholder subsidi akan menggenjot kendala terkait perizinan tetap ada.
secara besar-besaran penyerapan rumah un- “Kendala itu berasal dari Peraturan Bangu-
tuk mencapai target. nan Gedung (PBG) yang resmi menggantikan
Sementara untuk rumah komersial di Izin Mendirikan Bangunan (IMB),” ungkapnya.
tahun ini dan di 2024, dikatakan Bobby, per- Menurut Bobby, perizinan PBG di NTT
mintaan diproyeksi akan turun. Bukan hanya masih sangat rumit dan memakan waktu
karena kemampuan daya beli masyarakat, panjang. Hal itu karena pengurusan PBG ha-
tetapi karena konsumen juga menahan diri rus pula melalui Badan Pertanahan Nasional
terkait suku bunga KPR yang meningkat. (BPN) untuk pengecekan Kesesuaian Kegiatan
“Kami memperkirakan dengan kenaikan Pemanfaatan Ruang (KKPR) dan sesudahnya
suku bunga kredit akan menghambat penye- kembali lagi ke DPMPTSP.
rapan rumah komersial di NTT. Apalagi di NTT “Pengecekan sertifikat bisa memakan
untuk sektor komersial mempunyai keterba- waktu satu bulan lebih apalagi kalau peng-
tasan buying power,” rinci Bobby. urusan PBG-nya banyak lebih dari 100 unit,”
Dia berharap perbankan tetap memper- pungkasnya. (Teti Purwanti)
“Kendala itu berasal dari Peraturan
Bangunan Gedung (PBG) yang resmi menggantikan
Izin Mendirikan Bangunan (IMB).”
20 | Edisi 203, November 2023 | RealEstat Indonesia

