Page 18 - Majalah REI Edisi November 2023
P. 18
AKTUAL
PARA CAPRES KOMPAK
SOAL PENTINGNYA
KEMENTERIAN PERUMAHAN
KOMUNITAS PERUMAHAN NASIONAL PATUT BERGEMBIRA DAN MENGAPRESIASI PROGRAM PERUMAHAN MASUK DI DALAM VISI
MISI PRIORITAS KETIGA PASANG CALON PRESIDEN (CAPRES) DAN CALON WAKIL PRESIDEN (CAWAPRES) YANG AKAN BERSAING DI
PEMILIHAN PRESIDEN PADA 14 FEBRUARI 2024.
K etiga pasangan capres-cawapres telah memastikan program perkotaan dan perumahan. Dia menilai masalah perumahan seharus-
nya menjadi bagian dari persoalan perkotaan, karena kedua hal terse-
perumahan bahkan sudah mengkaji kehadiran kembali kemen-
terian perumahan.
but merupakan satu kesatuan.
Hal itu berbeda dari pemilihan presiden sebelumnya yang
Persoalan perkotaan perlu mendapat perhatian, karena saat ini
tidak pro pada isu perumahan. Dampaknya, dalam beberapa periode lebih dari 50 persen penduduk Indonesia tinggal di perkotaan. Bahkan
pemerintahan belakangan ini urusan pemenuhan perumahan bagi 10 tahun ke depan jumlahnya sudah mencapi 66 persen, dan di 2045
masyarakat minim sekali tersentuh. Usaha pengentasan masalah ke- ada 75 persen penduduk Indonesia yang tinggal di perkotaan.
senjangan antara kebutuhan dan pasokan (backlog) rumah pun se- “Ini adalah isu penting, karena belum ada badan atau kementerian
akan antara ada dan tiada. khusus yang mengurusi perkotaan. Bagaimana kota itu harus dikem-
Calon Presiden Anies Baswedan saat hadir sebagai pembicara pada bangkan, bagaimana transportasi di kota harus diintegrasikan, ba-
acara talkshow baru-baru ini menegaskan bahwa salah satu program gaimana limbah diatur, dan bagaimana energi didistribusikan Be-
perumahan yang akan dilakukan adalah penguatan pembiayaan dan gitu banyak aspek perkotaan yang harus diatur, termasuk masalah
kemudahan akses kredit pemilikan rumah (KPR) untuk semua lapisan perumahan yang terintegral di dalamnya,” jelas Gubernur DKI Jakarta
masyarakat. Dia mengaku ingin suku bunga KPR lebih terjangkau un- periode 2017-2022 itu.
tuk memudahkan masyarakat memiliki rumah. Menurutnya, banyak walikota di Indonesia yang mengeluhkan
“Kami ingin suplai kebutuhan rumah ditopang sistem pembiayaan kurangnya data soal perkotaan. Berbeda halnya dengan data ten-
yang lebih terjangkau dan mekanisme yang lebih mudah. Tidak hanya tang pedesaan yang lebih memadai. Kondisi itulah, kata Anies, yang
memfasilitasi mereka di sektor formal, tetapi juga di sektor informal, menyebabkan mayoritas kota-kota di Indonesia kurang dapat berkem-
nonformal, dan independen,” tegas Anies. bang optimal, karena kurangnya intervensi negara.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, ungkapnya, maka bunga KPR “Kami setuju bahwa ketika tidak diberi tempat khusus, maka ang-
akan dipatok tetap pada besaran tertentu hingga selesai cicilan, serta garan perumahan akan sangat terbatas. Ini
KPR untuk pekerja mandiri akan dibantu proses dan penjaminannya harus kita ubah, kita harus bangun
lewat negara. perumahan yang lebih ba-
“Lewat program tersebut diharapkan dapat mencapai visi 2 juta nyak lagi,” tegas Anies.
hunian yang terintegrasi di Indonesia,” ungkapnya.
Anies juga menyinggung soal pentingnya badan
atau kementerian khusus yang mengurusi
18 | Edisi 203, No vember 2023 | Real Estat Indonesia
18 | Edisi 203, November 2023 | RealEstat Indonesia

