Page 13 - Majalah REI Edisi November 2023
P. 13
TOPIK UTAMA
“Kami memilih satu paradigma baru
yang kami sebut Propertinomics,” ungkapnya.
Menurut Joko Suranto, sebagai asosiasi
pengembang properti terbesar di Tanah Air,
REI ingin kontribusi sektor properti terhadap
APBN, PDB, PAD dan penyerapan lapangan
kerja itu dapat terdongkrak lagi, sehingga
sektor ini dapat menjadi faktor pendorong
ekonomi Indonesia. Target tersebut bukan
mustahil dicapai, mengingat realisasi in-
vestasi properti selalu masuk 4 besar pe-
nyumbang investasi nasional, berdasarkan
data Badan Koordinasi Penanaman Modal
(BKPM).
“Hitungan sederhana saja, kalau 7.000
anggota REI masing-masing investasi sekitar
Rp10 miliar saja, maka nilai investasinya su-
dah Rp70 triliun. Nah, multiplier effect dari
investasi inilah yang ingin kami dorong,” kata
Joko Suranto.
Ketum REI di Kantor Wantannas RI. Goldman Sachs menyebutkan kontribu-
si sektor realestat di China mencapai 20-30
“Faktanya, angka backlog memang tidak Secara umum, backlog perumahan da- persen dari PDB. Sedangkan di Singapura
banyak berkurang karena sektor perumahan pat diartikan sebagai kondisi kesenjangan dan Malaysia diperkirakan sudah mencapai
menghadapi banyak hambatan sehingga su- antara jumlah rumah terbangun dengan lebih dari 20 persen. (Rinaldi)
lit untuk bertumbuh,” katanya. jumlah rumah yang dibutuhkan rakyat. De-
Pelaku usaha juga masih merasakan ba- ngan pengertian ini, maka backlog peruma-
nyak sekali perizinan yang harus diurus untuk han adalah kuantitas rumah yang belum/
membangun perumahan. Izin-izin tersebut tidak tertangani.
tidak hanya di satu instansi, tetapi melibatkan
banyak kementerian/instansi. Paradigma Propertinomics
Setidaknya sektor perumahan beririsan Ke depan, REI berharap pemerintah
erat dengan sekitar 5-6 kementerian yakni lebih memerhatikan keberlanjutan program
Kementerian PUPR, Kementerian ATR/ penyediaan perumahan di Indonesia, karena
BPN, Kementerian Keuangan, Kementerian rumah menjadi bagian penting dalam sistem
Perhubungan, Kementerian KLHK dan Ke- ketahanan nasional yaitu sebagai tempat
mendagri. pertama untuk membangun karakter dan
Selain kendala perizinan, penyebab kualitas hidup manusia Indonesia.
lain backlog tidak turun adalah anggaran Apalagi, tambah Joko Suranto, sektor
perumahan yang sangat terbatas. Saat ini properti termasuk di dalamnya perumahan
anggaran untuk perumahan tidak sampai selama ini sudah memberi kontribusi besar
10 persen dari total anggaran Kementerian terhadap produk domestik bruto (PDB) na-
PUPR yang pada 2023 mencapai Rp 154,36 sional sebesar 14-16 persen, terhadap APBN
triliun. Menurut Joko Suranto, kondisi ini sebesar 9 persen, dan pemasukan asli daerah
menunjukkan sektor perumahan belum ter- (PAD) sebesar 30-50 persen. Kontribusi itu,
kelola dan terakomodir secara baik, serta be- tegasnya, sudah terealisasi dan bukan seka-
lum menjadi program prioritas. dar proyeksi.
“Akibat kurang terencananya program Di sisi lain, sektor properti ini berkaitan
perumahan, maka biaya yang harus dikeluar- erat dengan sekitar 185 industri lainnya di
kan pemerintah akibat rumah masyarakat sektor riil yang memiliki daya ungkit bagi
jauh dari tempat kerja justru lebih besar lagi perekonomian nasional. Sebagai bisnis pa-
yakni mencapai Rp71,4 triliun atau 2,2 juta dat karya, sektor properti juga menyerap
liter per hari. Anggaran sebesar itu dipakai banyak tenaga kerja yaitu sekitar 10 juta-12 Joko Suranto
pemerintah untuk mensubsidi bahan bakar juta orang dari berbagai sektor. Artinya, kata Ketua Umum REI
minyak (BBM) karena macet yang parah di Joko Suranto, industri properti harus menjadi
jalan raya terutama di Jabodetabek,” jelasnya. sebuah faktor (pengungkit).
RealEstat Indonesia | Edisi 203, November 2023 | 13
13
|
|
vember 2023
Indonesia
Edisi 203, No
RealEstat

