Page 16 - Majalah REI Edisi Desember 2023
P. 16

|     TOPIK  KHUSUS





            PROPERTINOMIC, SOLUSI ATASI BACKLOG




           Pemerintahan mendatang diharapkan lebih                 “Ketika jumlah penduduk sudah mencapai 304 juta jiwa, berapa
           memerhatikan sektor properti khususnya               besar angka backlog kita dan berapa banyak rakyat Indonesia yang
           perumahan di Tanah Air                               tidak punya rumah? Ini renungan saja buat kita semua terutama pe-
                                                                merintahan mendatang,” tegas CEO Buana Kassiti Group tersebut.
                                                                   Fakta ini, juga menjadi persoalan besar bagi sebuah negara,
                    aradigma propertinomic dapat menjadi peta jalan (road   karena angka kriminalitas akan meningkat demikian pula angka
                    map) untuk menyelesaikan berbagai masalah terutama   stunting (gangguan pertumbuhan pada anak). Badan Kependudu-
                    dalam menuntaskan jurang kesenjangan kebutuhan   kan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pernah menya-
           “Pdan pembangunan rumah yang semakin dalam,” ungkap   takan bahwa lingkungan kumuh sebagai salah satu faktor yang
           Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Joko Suranto kepada   berkontribusi 75 persen terjadinya stunting. Sementara itu, kawasan
           wartawan baru-baru ini.                              permukiman kumuh yang tidak layak huni menjadi salah satu
              Berdasarkan  data  Susenas  Badan  Pusat  Statistik  (BPS),  angka   pemicu tingginya angka kejahatan dan kriminalitas.
           backlog perumahan pada tahun 2022 mencapai 12,7 juta unit. Angka   “Kalau tidak segera diselesaikan dengan lembaga yang berbeda,
           itu belum termasuk kebutuhan rutin rumah setiap tahun yang ber-  kebijakan berbeda, anggaran berbeda dan prioritas yang berbeda,
           tambah 700 ribu hingga 800 ribu unit termasuk dari perkawinan   maka masalah backlog perumahan tidak akan pernah dapat ditun-
           yang rata-rata mencapai satu juta pasangan per tahun.  taskan. Ini seperti menyimpan ‘bom waktu’ bagi stabilitas keamanan
              Angka backlog perumahan ini, sebutnya, dipastikan akan terus   dan ekonomi nasional,” ujar pengusaha kelahiran Grobogan, Jawa
           membengkak jika tidak diatasi lewat kebijakan yang extraordinary.   Tengah, tersebut.
           Pasalnya, pada tahun 2035 nanti jumlah penduduk Indonesia
           akan mencapai 304 juta jiwa dan 66 persen diantaranya tinggal di   Banyak Faktor
           perkotaan. Saat ini saja ada sekitar 20 persen penduduk Indonesia   Joko Suranto mengungkapkan, terus membengkaknya angka
           yang tidak memiliki rumah atau tinggal di rumah yang tidak layak   backlog perumahan disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya
           huni.                                                karena pembangunan perumahan dihadapkan pada banyak sekali
                                                                perizinan yang harus diurus termasuk untuk membangun perumah-
                                                                  an bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Izin-izin terse-
                                                                        but tidak hanya di satu instansi, tetapi melibatkan banyak
                                                                             kementerian/instansi.





































           16      |    Edisi 204, Desember 2023   |   RealEstat  Indonesia
           16   |  Edisi 204, Desember 2023  |  RealEstat Indonesia
   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21