Page 15 - Majalah REI Edisi Desember 2023
P. 15

P
                                                                                                         I
                                                                                                       P
                                                                                                                  S
                                                                                                     TO
                                                                                                         I

                                                                                                          TOPIK  KHUSUS     |  | |

                                                                                                                  S

                                                                                                         K  K
                                                                                                         K  K
                                                                                                     TO
                                                                                                              U
                                                                                                             H
                                                                                                             H
                                                                                                              U
                                                                                                               S
                                                                                                                 U
                                                                                                               S
                                                                                                                 U
                   “Sementara kita tahu masalah
                   pelik di Indonesia itu                                                            JOKO SURANTO
                                                                                                     KETUA UMUM REI
                         adalah koordinasi.
                      Kalau koordinasi tidak bisa
                       terkelola dengan baik atau
                       orkestrasinya tidak
                     harmonis, maka hasilnya
                              juga sulit untuk
                                       optimal.”
                 “Sementara kita tahu masalah pelik di   Singapura atau Australia, cukup dengan   memiliki rumah atau tinggal di rumah yang
              Indonesia itu adalah koordinasi. Kalau koor-  Malaysia dan Thailand kita sudah jauh ter-  tidak layak huni.
              dinasi tidak bisa terkelola dengan baik atau   tinggal. Saat ini kontribusi sektor properti di   “Fakta itu adalah sebuah persoalan besar
              orkestrasinya tidak harmonis, maka hasilnya   Indonesia terhadap PDB hanya sekitar 14-16   bagi sebuah negara. Jadi kalau tidak segera
              juga sulit untuk optimal,” tegas Joko.  persen,” sebutnya.             diselesaikan dengan cara dan lembaga yang
                 Keempat adalah sektor properti khusus-                              berbeda, serta prioritas yang berbeda pula,
              nya perumahan harus dijadikan prioritas.   Cara Berbeda                maka persoalan besar ini tidak akan pernah
              Kalau dijadikan prioritas, maka dia optimis   Joko menegaskan pentingnya peme-  dituntaskan,” ungkapnya.
              sektor properti akan menciptakan hasil   rintah baru mendatang menjadikan pro-  Joko melanjutkan, sektor pendidikan
              (output)  yang  lebih  besar  lagi.  Joko  mem-  pertinomic sebagai tulang punggung (back-  saat ini sudah mendapatkan anggaran sebe-
              bandingkan kontribusi sektor properti terha-  bone) perekonomian nasional.   sar 20 persen dari besaran APBN. Padahal,
              dap produk domestik bruto (PDB) di negara-  Dia mengingatkan data bahwa di 2035   pendidikan terbaik berawal dari rumah
              negara tetangga Indonesia seperti Malaysia   penduduk Indonesia akan mencapai 304   sehingga upaya menyediakan rumah
              dan Thailand yang sudah mencapai di atas   juta jiwa dan 66 persen diantaranya tinggal   yang layak huni  juga tidak kalah penting
              20 persen.                         di perkotaan. Sekarang saja, ungkapnya,   dari memajukan sektor pendidikan. Dia
                 “Tidak usah dibandingkan dengan   hampir 20 persen penduduk Indonesia tidak   memberi contoh banyaknya aksi tawuran
                                                                                     pelajar, salah satunya kemungkinan karena
                                                                                     minimnya pendidikan di rumah.
                                                                                        “Idealnya anggaran perumahan sekitar
                                                                                     2,5 persen, tentu kenaikannya harus  ber-
                                                                                     tahap,” jelasnya.
                                                                                        Selain dari APBN, kata Joko, sebenarnya
                                                                                     ada banyak ceruk dan potensi pendanaan
                                                                                     lain dari luar APBN misalnya lewat pendam-
                                                                                     pingan atau private placement. Potensi dana
                                                                                     yang bisa dihimpun dari luar APBN ini bisa
                                                                                     mencapai Rp40 triliun per tahun.
                                                                                        Dengan anggaran  perumahan  yang
                                                                                     semakin besar, maka setidaknya bisa diba-
                                                                                     ngun sekitar 500 ribu hingga 800 ribu unit
                                                                                     rumah setiap tahunnya. Itu berarti bahwa
                                                                                     kontribusi sektor properti terhadap PDB
                                                                                     akan tumbuh, geliat ekonomi akan bergerak
                                                                                     karena ada 185 industri ikutan sektor pro-
                                                                                     perti, dan serapan lapangan kerjanya sema-
                                                                                     kin meluas.
                                                                                        Pada akhirnya, ceruk pasar yang seka-
                                                                                     rang disebut backlog akan membawa dam-
                                                                                     pak berantai (multiplier effect) terhadap per-
                                                                     FOTO-FOTO: ISTIMEWA  ekonomian Indonesia. (Rinaldi)



                                                                                      RealEstat Indonesia  |  Edisi 204, Desember 2023   |   15
   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20