Page 11 - Majalah REI Edisi Januari 2023
P. 11

TOPIK UTAMA


                 “Di 2023, landed residential akan lari paling
              kencang, apalagi untuk rumah seharga Rp500
              juta hingga Rp1,5 miliar,” ungkap Arvin. 
                 Meski begitu, Direktur Utama PT Perdana
              Gapuraprima Tbk. itu mengingatkan pengem-
              bang dan pembeli rumah tapak untuk mewas-
              padai kenaikan suku bunga kredit pemilikan
              rumah (KPR) pada tahun 2023 menyusul
              langkah BI yang masih terus menaikkan bunga
              acuan. Pasalnya, penjualan rumah tapak hampir
              70% didominasi pembelian melalui KPR bank.
                 Sementara itu, Komisioner Badan Pengelo-
              la  Tabungan Perumahan Rakyat (BP  Tapera)
              Adi Setianto mengatakan industri perumahan
              masih menjanjikan di 2023. Didukung kreativi-
              tas skema pembiayaan dari pemerintah dan
              perbankan.
                 “Ekonomi Indonesia relatif kuat dalam
              menahan  tekanan  inflasi  mengingat  secara
              fundamental Indonesia  mengalami surplus   menengah atas oleh pasar,” jelasnya.
              perdagangan  30  bulan  berturut-turut  yang   Hal tersebut dibenarkan Presiden Direktur   “Ekonomi Indonesia
              diikuti dengan kombinasi kebijakan moneter   Paramount Land M. Nawawi. Menurutnya, sejak   relatif kuat dalam
              sehingga penyesuaian tingkat bunga bank   tahun lalu pasar residensial di Jabodetabek   menahan tekanan
              tidak agresif dibanding negara-negara lain,” je-  banyak dipicu oleh tingginya permintaan
              las Adi.                           dari konsumen dan investor terhadap hunian   inflasi mengingat
                                                 menengah dan mewah (premium). Hal itu   secara fundamental
              Target Pasar                       terlihat dari permintaan pasar yang semakin   Indonesia
                 Arief Rahardjo menyebutkan di 2022 tren   meningkat di segmen tersebut.
              rumah tapak tiga lantai yang menyasar segmen   Ditambahkan, selama pandemi terbukti   mengalami surplus
              menengah atas mendominasi di kawasan Jabo-  subsektor residensial tapak masih mencatatkan   perdagangan 30
              detabek. Dia memperkirakan tren tersebut   pertumbuhan penjualan. Bahkan di semester
              akan berlanjut di 2023.            II-2022 diakui penjualan lebih baik dibanding   bulan berturut-turut
                 Menurutnya, banyak pengembang yang   sebelum pandemi.                   yang diikuti dengan
              akan  menghadirkan  produk  perumahan  de-  “Pasar residensial ini adaptif dan cepat   kombinasi kebijakan
              ngan segmen yang lebih tinggi. Hal ini seiring   bangkit di tengah tekanan kondisi tertentu.
              dengan semakin terkendalinya pandemi dan   Pengembang cepat beradaptasi misalnya   moneter sehingga
              ekonomi yang mulai membaik sejak 2022 lalu.  mengubah produk sesuai kebutuhan dan ke-  penyesuaian tingkat
                 “Daya beli secara umum semakin terlihat   mampuan pasar saat itu,” ungkap Nawawi.   bunga bank tidak
              baik dari sisi penyerapan untuk produk segmen   (Rinaldi/Teti)
                                                                                          agresif dibanding
                                                                                        negara-negara lain.”






















                                                                     FOTO-FOTO: ISTIMEWA

                                                                                        RealEstat Indonesia  |  Edisi 193, Januari 2023   |   11
   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16