Page 9 - Majalah REI Edisi Januari 2023
P. 9

TOPIK UTAMA




















                                                      BUDIARSA SASTRAWINATA                      AVILIANNI
                                                     PRESIDEN FIABCI INDONESIA            EKONOM SENIOR INDEF



                 Seperti diketahui, International Monetary   Pengamat properti, Anton Sitorus meli-  masih bisa tumbuh lebih baik dibanding kre-
              Fund (IMF) memproyeksikan perekonomian   hat sektor properti berpeluang tumbuh di   dit secara keseluruhan.” jelas Marine.
              Indonesia masih akan tumbuh 5% pada 2023.   tahun ini, didukung pemulihan ekonomi
              Bank Indonesia (BI) juga memperkirakan per-  domestik pasca pencabutan status PPKM.   Pasar Menengah Atas
              tumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai   Selain itu, pada 2023 pertumbuhan ekonomi   Ekonom Senior Indef Avilianni mengata-
              4,5% hingga 5,3% pada 2023 dan meningkat   ditargetkan masih berada di kisaran 4,5%-5%   kan  secara  demografi  Indonesia  diuntungkan
              menjadi 4,7% hingga 5,5% pada 2024.   yang masih membuka ruang pertumbuhan.   dengan keberadaan 70% usia produktif dengan
                 Angka inflasi pun diprediksi akan kembali   “Pertumbuhan terutama akan terjadi   usia antara 18-40 tahun yang dipastikan butuh
              melandai pada 2023. Inflasi yang di 2022 men-  di  segmen-segmen  residensial  dan  logistik   rumah, butuh makanan dan butuh traveling.
              capai  5,4%, di tahun ini diprediksi BI akan   terutama melihat trennya memang paling   “Dalam situasi ketidakpastian kondisi
              kembali ke sasaran 3% plus minus 1% pada   baik setidaknya dalam dua tahun terakhir ini,”   makroekonomi seperti saat ini pengembang
              2023. Inflasi inti akan di bawah 4% dan pada   sebut Anton.            disarankan  mulai  menyasar  segmen  mene-
              2024 turun ke sasaran 2,5% plus minus 1%.  Menurut Country Manager Rumah.com   ngah atas yang memiliki tingkat konsumsi
                 Terkait proyeksi pasar yang tetap bersinar   Marine Novita, dampak resesi ekonomi global   tinggi. Ada potensi pasar 20% kelas atas yang
              di 2023, REI berkeyakinan subsektor residensial   tidak akan seburuk yang dibayangkan. De-  dapat disasar pengembang properti komer-
              masih akan memimpin. Pasalnya, kebutuhan   mikian pula Pemilu 2024 yang semakin dekat   sial. Jadi pasarnya potensial sekali untuk di-
              hunian  di  Indonesia  masih  cukup  tinggi,  se-  akan membuat suhu politik memanas, tetapi   garap,” saran Avilianni.
              hingga perekonomian yang membaik akan   kebutuhan masyarakat terhadap hunian juga   Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2022
              memacu permintaan rumah.           cukup tinggi.                       mencatat konsumsi dari 40% penduduk kelas
                 “Pasar perumahan akan terus tumbuh   “Kalau melihat histori dari tahun-tahun   bawah yaitu 18,06%, kemudian konsumsi pen-
              terutama untuk  end user.  Apalagi kalau kita   Pemilu sebelumnya, laju penyaluran kredit   duduk  kelas  menengah  mencapai  35,74%,
              melihat angka backlog atau kebutuhan rumah   hunian relatif  resilient. Di tahun 2014 dan   sementara konsumsi penduduk 20% kelas ter-
              yang sudah mencapai lebih dari 12 juta unit.   2019 misalnya, laju penyaluran kredit hunian   atas mencapai 46,20%. (Rinaldi/Teti)
              Bahkan setiap tahun ada penambahan angka
              backlog mencapai 800 ribu unit,” jelasnya.
                 Senior Research Advisor Knight Frank Indo-
              nesia, Syarifah Syaukat menyebutkan resesi
              ekonomi global tidak perlu terlalu dicemaskan.
              Menurutnya, pengembang nasional sudah ter-
              uji melewati berbagai resesi ekonomi global
              pada 2014 dan 2018, dimana sektor properti
              tetap bertumbuh saat itu.
                 “Kekuatan sektor properti nasional terletak
              pada sebagian besar pasarnya yang didominasi
              oleh pembeli domestik,” ujar Syarifah.
                 Meski begitu, pelaku usaha properti tetap
              harus mewaspadai berbagai potensi resiko
              yang bisa mengganggu pertumbuhan pasar
              di 2023 seperti berlanjutnya dampak pandemi,
              kenaikan  inflasi  dan  suku  bunga  KPR,  serta
              imbas tahun politik.                                                                      FOTO-FOTO: ISTIMEWA

                                                                                        RealEstat Indonesia  |  Edisi 193, Januari 2023   |   9
   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14