Page 34 - Majalah REI Edisi November 2023
P. 34

GAGASAN


            DAMPAK KENAIKAN BUNGA ACUAN


                 BI TERHADAP SEKTOR PROPERTI


                                          OLEH: IR. IGNESJZ KEMALAWARTA, MBA *)


                                               ank Indonesia (BI) akhirnya menaikkan   Penyebab keempat, adalah ekonomi dunia
                                               suku bunga acuan pada Oktober 2023.   mengalami perlambatan. Kelima, mitigasi pe-
                                               Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank   nurunan rupiah yang gencar terjadi dalam
                                         BIndonesia pada 18-19 Oktober 2023     beberapa hari terakhir sebelum keputusan
                                          memutuskan untuk menaikkan BI 7-Day   kenaikan suku bunga BI 7DRRR.
                                          Reverse Repo Rate  (BI7DRR) sebesar 0,25%   Kondisi Indonesia ditengah melambatnya
                                          menjadi 6%.                           ekonomi dunia berada pada posisi pertumbuh-
                                             Keputusan ini jauh berbeda dengan   an ekonomi 5,17%, inflasi 2,6%, hutang:PDB
                                          proyeksi pengamat dan pelaku pasar yang   berhasil diturunkan dari sebelumnya 40%
                                          memperkirakan BI masih akan menahan suku   menjadi 38%, cadangan devisa US$126,7
                                          bunga acuan di level 5,75%.           miliar atau naik US$2,4 miliar dari September
                                             Badan Kajian Strategis Realestat Indonesia   2023.
                                          (BKS-REI) menilai ada beberapa penyebab   Sektor properti di Indonesia sebagian
                                          yang mendorong Bank Indonesia menaikkan   besar memiliki kandungan lokal tinggi. Se-
                                          suku bunga acuannya.                  hingga gejolak dolar AS terhadap rupiah tidak
                                             Pertama,  The FED kemungkinan belum   terlalu berpengaruh sehingga relatif pada
                                          akan menaikkan tingkat bunga acuan (kebija-  business as usual. Namun gejolak dolar AS yang
                                          kannya higher-longer). BI memperkirakan akan   berlebihan berpotensi memengaruhi  proyek
                                          terjadi (kenaikan bunga  The FED) di akhir   properti dengan kandungan material impor.
                                          Desember 2023. Posisi imbal hasil Amerika   Selain itu, tingkat harga barang kebutuhan
                                          Serikat (AS) relatif tinggi  dan spread obligasi RI   terutama pangan dan bahan bakar minyak
                                          dan AS menyempit.                     (BBM) khususnya akan mengakibatkan inflasi
                                             Kedua, masalah geopolitik mengingat   dan memengaruhi psikologi masyarakat un-
                                          perang  Ukraina-Rusia yang belum selesai   tuk memegang mata uang dolar AS untuk
                                          ditambah perang Hamas-Israel yang mem-  berjaga-jaga.
                                          buat ketidakpastian baru. Ketiga, harga minyak   Sensitifitas  properti  sangat  dipengaruhi
                                          dan pangan yang merupakan barang impor   tingkat bunga KPR, inflasi dan pertumbuhan
                                          Indonesia naik yang dikhawatirkan sulit me-  ekonomi. Dua hal terakhir tersebut sejauh ini
                                          ngerem inflasi.                       terkendali. Lalu bagaimana dengan bunga
                                                                                KPR?
                                                                                   Seperti diketahui, baru baru ini BI telah
                                                                                mengeluarkan Kebijakan Likuiditas Moneter
                                                                                baru tanggal 1 Oktober 2023 yang sifatnya
                                                                                melonggarkan perbankan terkait penurunan
                                                                                GWM dan mengguyur likuiditas ke berbagai
                                                                                sektor diantaranya sektor perumahan untuk
                                                                                menggenjot perbankan menyalurkan kredit.
                                                                                   Likuiditas bank juga masih tinggi,  stress
                                                                                test BI terhadap perbankan Indonesia menya-
                                                                                takan perbankan nasional masih kuat. Lalu,
                                                                                dalam 9 bulan terakhir bunga KPR relatif stabil
                                                                                dan  net interest  margin (NIM) perbankan
                                                                                Indonesia tertinggi dibanding negara negara
                                                                                ASEAN. Selain itu, ratio KPR vs PDB Indonesia
                                                                                termasuk terendah dibandingkan negara-ne-
                                                                                gara lain.




           34   |  Edisi 203, November 2023  |  RealEstat Indonesia
   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39