Page 36 - Majalah REI Edisi November 2023
P. 36

ISU GLOBAL



                 KRISIS PROPERTI TIONGKOK


                     BEBANI PERTUMBUHAN



                                    EKONOMI ASIA


           ASIAN DEVELOPMENT BANK  (ADB) MEMPREDIKSI PERTUMBUHAN EKONOMI DI NEGARA-NEGARA BERKEMBANG DI ASIA TAHUN INI AKAN
           SEDIKIT LEBIH RENDAH DARI PERKIRAAN SEBELUMNYA. SALAH SATUNYA DIAKIBATKAN KARENA MELEMAHNYA SEKTOR PROPERTI DI
           CHINA DAN RISIKO TERKAIT EL NINO. 
                  DB memperbarui prospek ekonomi regionalnya dan   “Krisis properti di Tiongkok menimbulkan risiko penurunan dan
                  memangkas perkiraan pertumbuhan tahun 2023 untuk   dapat menghambat pertumbuhan regional,” ungkap ADB.
                  negara-negara berkembang di Asia menjadi 4,7% dari   Berbeda dari ADB, International Monetary Fund (IMF) justru
           A 4,8% yang diproyeksikan pada bulan Juli. Namun perkiraan   memprediksi Asia dan Pasifik akan lebih cerah. Bahkan IMF menye-
           pertumbuhan tahun depan untuk 46 negara di Asia Pasifik (tidak   butnya sebagai kawasan paling dinamis tahun ini.
           termasuk Jepang, Australia, dan Selandia Baru) justru direvisi sedikit   IMF mempertahankan proyeksi pertumbuhan sebelumnya un-
           naik menjadi 4,8% dari sebelumnya 4,7%.              tuk kawasan ini sebesar 4,6% pada tahun 2023 dan mengatakan
              “Kami melihat pertumbuhan yang tangguh di kawasan ini   aktivitas ekonomi di kawasan ini berada pada jalur yang tepat untuk
           didasarkan pada konsumsi dan investasi dalam negeri yang cukup   menyumbang sekitar dua pertiga pertumbuhan global tahun ini.
           kuat, dan meskipun permintaan eksternal berkurang, hal ini meng-  Namun pertumbuhan di Asia dan Pasifik diperkirakan akan
           hambat pertumbuhan yang didorong oleh ekspor,” kata Kepala Eko-  melambat menjadi 4,2% pada tahun depan. IMF memperkirakan
           nom ADB, Albert Park, dalam laporannya.              angka tersebut akan terus melambat menjadi 3,9% dalam jangka
              ADB mengubah perkiraan pertumbuhannya untuk Asia Timur,   menengah atau terendah dalam dua dekade terakhir kecuali tahun
           Asia Selatan, dan Asia Tenggara tahun ini, dengan Tiongkok dan India   2020. Hal itu terjadi karena perlambatan struktural Tiongkok dan
           diperkirakan akan tumbuh masing-masing sebesar 4,9% dan 6,3%,   pertumbuhan produktivitas yang lebih lemah di banyak negara lain
           sedikit lebih rendah dibandingkan proyeksi pertumbuhan bulan Juli   membebani kawasan ini.
           sebesar 5% dan 6,4%.





































           36      |    Edisi 203, No vember 2023   |   RealEstat  Indonesia
           36   |  Edisi 203, November 2023  |  RealEstat Indonesia
   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41