Page 25 - Majalah REI Edisi Februari 2023
P. 25
PASAR MODAL
Equity Analyts Pilarmas Investindo Sekuri-
tas, Desy Israhyanti menilai kinerja emiten
properti akan membaik karena daya beli
masyarakat perlahan membaik. Apalagi, ada
rencana kenaikan upah minimum provinsi
(UMP) yang dapat berdampak positif terhadap
minat dan daya beli properti yang berpotensi
meningkatkan marketing sales emiten properti.
“Namun, ada tantangan dari sisi cost yang
meningkat seiring dengan kenaikan harga
material terutama bagi emiten yang tengah
ekspansif di mana dapat terpengaruh dari sisi
harga jual ke end user,” jelasnya.
Oleh karena itu, pengembang properti
dituntut lebih kreatif dalam membuat produk
di tengah kenaikan inflasi dan suku bunga.
Desy memprediksi properti sektor hunian
masih akan memimpin pasar, apalagi rumah
tapak (landed house).
Deputi Direktur Departemen Kebijakan
Makroprudensial Bank Indonesia, Agus Fadjar FOTO-FOTO: ISTIMEWA
Setiawan menyebutkan pertumbuhan indeks
harga properti residensial Indonesia relatif buhan ekonomi nasional,” kata Agus Fadjar di Secara umum, dia melihat pasar properti
rendah dan stabil jika dibandingkan negara sebuah diskusi, baru-baru ini. pada tahun ini masih berpeluang tumbuh
lain. Bank juga masih mempertahankan bunga terutama di subsektor residensial.
KPR di level yang rendah dan terjangkau ma- Berpeluang Tumbuh “Kenaikan BI Rate tentu akan menjadi
syarakat. Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP acuan bank untuk menaikkan bunga kredit.
“Meski bunga acuan terus meningkat, Realestat Indonesia (REI) Hari Ganie mengatakan Tapi kalau kita lihat saat ini perbankan juga
namun likuiditas perbankan secara umum kenaikan suku bunga KPR/KPA sudah pasti berbeda-beda dalam merespon bunga acuan
masih bagus. Bank Indonesia berharap dengan memengaruhi minat konsumen. Tetapi untuk BI, karena tergantung pada likuiditas dari
adanya kebijakan strategis seperti pelonggaran konsumen pengguna (end-user) yang sangat masing-masing bank,” ujarnya saat menjadi
rasio LTV, sektor properti dapat berkembang membutuhkan tempat tinggal, bunga KPR narasumber di CNBC TV.
dan turut berkontribusi mendongkrak pertum- dalam batas tertentu masih dapat diterima. REI mengaku tidak terlalu mengkhawatir-
kan kenaikan suku bunga KPR/KPA akan meng-
anggu pemulihan pasar properti. Menurut
Hari, permintaan hunian di 2022 cukup positif
dan pengembang rumah komersial masih
memiliki stok yang cukup banyak. Oleh karena
itu, masih dibutuh intensif seperti halnya PPN
DTP untuk memacu pembelian.
“Kami justru menilai saat ini masih perlu
adanya stimulus untuk konsumen properti,
dan pemerintah membantu optimalisasi atur-
an perizinan yang berkaitan dengan UU Cipta
Kerja seperti PBG, KKPR, Izin Lingkungan,
Amdal Lalin dan lain-lain,” sebutnya.
Direktur PT Metropolitan Land Tbk (MTLA)
Olivia Surodjo mengatakan KPR akan tetap
kompetitif dan menjadi pilihan bagi konsumen
meski pun ada kenaikan suku bunga.
“Kami berharap efek kenaikan suku bunga
terhadap permintaan properti tidak terlalu ta-
jam,” ujar Olivia.
Menurutnya, masih banyak bank yang
menahan kenaikan suku bunga secara jor-
joran, apalagi mayoritas bank besar masih
menargetkan pertumbuhan penyaluran KPR
FOTO-FOTO: ISTIMEWA di 2023. (Teti/Rinaldi)
RealEstat Indonesia | Edisi 194, Februari 2023 | 25
25
|
|
Indonesia
ebruari 2023
Edisi 194,
F
Estat
Real

