Page 31 - Majalah REI Edisi Februari 2023
P. 31
TREN
WASUDEWAN
CEO 99 GROUP INDONESIA
Bahkan, properti di harga Rp2 miliar - Rp3 mencatat konsumsi dari 40% penduduk kelas membeli rumah. Misalnya dengan memberi
miliar mengalami peningkatan pencarian ter- bawah yaitu 18,06%, kemudian konsumsi pen- subsidi bunda atau diskon uang muka,” ujarnya.
tinggi sebesar 0,9 persen dari semula di 2021 duduk kelas menengah mencapai 35,74%, Lebih jauh, pemerintah juga perlu meres-
hanya di 9,2 persen di 2021 menjadi 10,2 persen. sementara konsumsi penduduk 20% kelas ter- pon kesulitan generasi muda ini lewat skim
“Pertumbuhan pencarian paling tinggi atas mencapai 46,20%. pembiayaan yang membantu mereka. Salah
terjadi di segmen harga Rp2 miliar hingga Rp3 Realestat Indonesia (REI) memprediksi satunya suku bunga KPR khusus atau subsidi
miliar. Artinya, pencarian properti di golongan pasar residensial masih akan tumbuh karena bunga seperti yang sudah diberikan kepada
harga yang lebih tinggi justru menjadi lebih kebutuhan pasar yang kuat. Salah satunya di- masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
menarik,” papar Wasudewan. dukung pasar generasi milenial. Wakil Ketua Ikang berpendapat, mayoritas generasi mileni-
Dijelaskan lagi, pencarian properti untuk Umum DPP REI, Ikang Fawzi menyebutkan al ini berada di posisi penghasilan antara MBR
apartemen besarannya hanya 4,5 persen atau minat generasi muda untuk membeli rumah dan menengah. Dengan posisi penghasilan
minim sekali. memang terlihat semakin meningkat. Ada tren yang “nanggung” tersebut, mereka dinilai layak
Sementara pembicara lain, Head of Center kesadaran yang tinggi di kota-kota besar. mendapat perhatian khusus dari pemerintah.
of Macroeconomics and Finance INDEF, M. Rizal “Selama ini, generasi milenial mengeluh- Selain perlu skim pembiayaan khusus,
Taufikurahman menjelaskan saat ini nasabah kan akses pembiayaan mereka yang masih pengembang juga perlu terus mengencarkan
yang menabung di bank dengan rentang ta- terbatas untuk membeli rumah, terutama tren rumah sehat dan smart home yang disukai
bungan Rp2 miliar hingga Rp 5 miliar cukup daya jangkau kepada uang muka. Solusinya, generasi milenial. Dengan terus melakukan
banyak. Mayoritas penabung adalah anak- bank dan pengembang harus terus memberi inovasi, diyakini potensi pasar hunian untuk ge-
anak muda. stimulus sebagai gimmick agar mereka dapat nerasi muda ini akan terbuka lebih luas. (Rinaldi)
“Generasi ini juga perlu mendapatkan
penjelasan mengenai investasi tidak hanya di
sektor komoditi tapi juga di sektor properti, se-
hingga bisa lebih produktif,” ujarnya.
Menengah Atas
Sebelumnya, Ekonom Senior INDEF Avi-
lianni menyebutkan bahwa secara demografi
Indonesia diuntungkan dengan keberadaan
70% usia produktif dengan usia antara 18-40
tahun yang dipastikan butuh rumah, butuh
makanan dan butuh traveling.
“Dalam situasi ketidakpastian kondisi
makroekonomi seperti saat ini, pengembang
disarankan mulai menyasar segmen mene-
ngah atas yang memiliki tingkat konsumsi
tinggi. Ada potensi pasar 20% kelas atas yang
dapat disasar pengembang properti komersial.
Jadi market-nya potensial sekali untuk digarap,”
sarannya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2022 FOTO-FOTO: ISTIMEWA
RealEstat Indonesia | Edisi 194, Februari 2023 | 31

