Page 33 - Majalah REI Edisi Februari 2023
P. 33
ISU PASAR
Di kuartal akhir 2022, satu proyek perkan-
toran di luar CBD telah selesai dibangun dan
beroperasi penuh yakni Pelindo Tower di Ja-
karta Utara seluas 31.000 meter persegi.
Masih Tertekan
JLL menyebutkan harga sewa gedung
perkantoran Grade A di CBD turun sekitar
-1,8% secara kuartalan dan -9% secara tahunan
pada 2022. Meski masih tertekan di posisi
minus, tetapi harga tersebut lebih kompetitif
dibandingkan posisi pada 2021.
“Di luar CBD, tren dan kondisi yang sama
terjadi selama dua tahun terakhir, dimana
harga sewa cukup kompetitif karena permin-
taan terbatas. Diharapkan pada 2023 harga
sewa ruang kantor di Non-CBD semakin kom-
petitif,” kata Angela Wibawa.
Harga sewa perkantoran di semua kawas-
an Non-CBD turun di kuartal akhir 2022. Khu-
sus untuk koridor TB. Simatupang, terjadi pe-
nurunan sekitar -1,3% secara kuartalan.
Ferry Salanto, Senior Associate Director
Colliers Indonesia menyebutkan penurunan FOTO-FOTO: ISTIMEWA
tingkat okupansi dan harga sewa yang ma-
sih tertekan akan menjadi tantangan bagi Hingga akhir 2022, total pasokan ruang akan memengaruhi perhitungan rata-rata tarif
landlord (pengelola gedung kantor) di 2023 perkantoran di CBD Jakarta sekitar 7,04 juta dasar sewa.
karena tingkat persaingan menjadi lebih ketat. meter persegi, sementara di luar CBD mencapai Sementara itu, harga jual ruang kantor
Namun di sisi lain, para tenant akan mendapat 3,72 meter persegi. Tiga gedung baru yang turun di 2022, karena pemilik dan investor
keuntungan, karena memiliki banyak pilihan selesai di tahun 2022 antara lain PNM Tower mulai realistis dengan kondisi pasar yang belum
lokasi dan harga sewa. (Office One), Menara BRI dan MTH 27. kondusif. Diskon antara harga penawaran dan
Tarif dasar harga sewa di 2022 sebesar Sementara itu, penyesuaian biaya peme- yang ditransaksikan masih cukup tinggi.
Rp249.562 per meter persegi per bulan di CBD liharaan diperkirakan juga akan terjadi di Colliers Indonesia memproyeksikan, per-
dan Rp174.563 di luar CBD. 2023 seiring dengan naiknya UMR, tarif lis- mintaan pasokan perkantoran masih akan di
“Landlord tercatat masih memberikan trik dan bahan bakar. Menurut Ferry, kon- kontribusi dari perusahaan di bidang energi
insentif, namun tidak lagi berbentuk diskon, disi tenants market terus memaksa para terbarukan. Sektor ini diyakini akan menjadi
melainkan dalam bentuk keringanan fit-out, landlord untuk terus akomodatif dan fleksibel. penggerak permintaan ruang perkantoran ke
tarif parkir dan sebagainya,” ujarnya. Beroperasinya gedung kelas premium juga depannya. (Rinaldi)
“Di luar CBD, tren dan
kondisi yang sama
terjadi selama dua
tahun terakhir,
dimana harga sewa
cukup kompetitif
karena permintaan
terbatas. Diharapkan
pada 2023 harga
sewa ruang kantor
di Non-CBD semakin
kompetitif.”
RealEstat Indonesia | Edisi 194, Februari 2023 | 33

