Page 32 - Majalah REI Edisi Februari 2023
P. 32
ISU PASAR
PPKM USAI, PERMINTAAN RUANG
KANTOR SIAP MELEJIT
ATURAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT (PPKM) YANG DICABUT PEMERINTAH PADA AKHIR TAHUN 2022, TELAH MENDORONG LEBIH
BANYAK PEKERJA YANG KEMBALI BERAKTIVITAS SECARA NORMAL DI KANTOR. HAL TERSEBUT DIPREDIKSI MENJADI FAKTOR PENDUKUNG
UTAMA UNTUK MENINGKATKAN KEMBALI JUMLAH PERMINTAAN RUANG PERKANTORAN.
ngela Wibawa, Head of Office Leasing Advisory Jones Lang Peningkatan permintaan tersebut dikarenakan banyak perusahaan
LaSalle (JLL) Indonesia mengatakan meski tingkat hunian mulai aktif melakukan pencarian maupun perbandingan antara tetap
perkantoran di kawasan pusat bisnis (central business district/ berada di gedung yang ditempati saat ini atau pindah ke gedung lain
ACBD) masih tertekan di level 71% dan di luar CBD di level 72% (move vs stay). Relokasi yang terjadi tetap didominasi oleh perpindahan
pada kuartal IV-2022, namun secara umum aktivitas dan permintaan menuju gedung dengan grade yang lebih baik dan strategi penghe-
terhadap sektor perkantoran Grade A mengalami peningkatan diban- matan biaya.
dingkan tahun 2021. “Meskipun aktivitas meningkat, tetapi kami melihat luas ruang
yang dibutuhkan relatif mengecil dibandingkan sebelumnya akibat
penerapan hybrid work dan workplace strategy. Kembali normalnya
aktivitas perkantoran diharapkan mampu memacu permintaan ruang
kantor di 2023,” papar Angela Wibawa dalam media briefing bertajuk
Jakarta Property Market Overview 4Q 2022 secara virtual, baru-baru ini.
Disebutkan, pada kuartal akhir 2022 harga sewa ruang perkantoran
masih tetap dalam tekanan, mengingat beberapa gedung kantor baru
akan mulai beroperasi di tahun 2023. Terdapat satu gedung perkantoran
di kawasan Jalan Thamrin dan satu gedung lagi di Jakarta Utara yang
telah selesai dibangun dan beroperasi pada 2023.
Sementara itu di tahun ini, dua gedung perkantoran baru di kawasan
Thamrin dan koridor Sudirman diperkirakan akan selesai dibangun yang
berpotensi menambah jumlah pasokan sektor perkantoran di CBD se-
kitar 130.000 meter persegi.
Sedangkan di kawasan Non-CBD, diperkirakan ada penambahan
sekitar 95.000 meter persegi pada 2023 dari tiga gedung perkantoran
yang berlokasi di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.
32 | Edisi 194, Februari 2023 | RealEstat Indonesia

