Page 37 - Majalah REI Edisi Februari 2023
P. 37

TATA RUANG




















                                                                                           GABRIEL TRIWIBAWA
                                                                                     DIREKTUR JENDERAL TATA RUANG
                                                                                          KEMENTERIAN ATR/BPN







                                                                   FOTO-FOTO: ISTIMEWA
               Ke depannya, Gabriel Triwibawa mengha-  daerah enggan mengalokasikan anggaran un-
            rapkan adanya  debottlenecking pemenuhan   tuk program RDTR.                 “Sejalan dengan
            dokumen persetujuan substansi, penjaminan   Sementara itu, Direktur Bina Perencanaan   diluncurkannya Aksi
            mutu dokumen persetujuan substansi sesuai   Tata Ruang Daerah Wilayah I Ditjen Tata Ruang
            ketentuan perundang-undangan, pening-  Kementerian ATR/BPN, Reny  Windyawati   Pemberantasan
            katan komitmen pemerintah daerah dalam   menggarisbawahi bahwa  ada dua hal  yang
            penyelesaian RDTR, serta pengawalan pelak-  perlu diperhatikan pemerintah daerah dalam   Korupsi Tahun 2023-
            sanaan kegiatan Prioritas Nasional sesuai ama-  penyusunan RDTR.            2024, Kementerian
            nat RPJMN dan Renstra Kementerian ATR/BPN   Pertama, jangan sampai terdapat peru-
            Tahun 2020-2024.                    bahan dari  draft persetujuan substansi yang   ATR/BPN bersama
                                                dikeluarkan oleh Kementerian ATR/BPN de-  Stranas PK telah
            Tuntaskan Hambatan                  ngan Perkada yang ditetapkan oleh pemerin-
               Menurutnya, setidaknya ada tiga hal peng-  tah daerah.                       menjadikan
            hambat program RDTR di banyak wilayah.     “Dalam draft persetujuan substansi, kami
            Pertama, aspek teknis yaitu ketersediaan   sudah menyesuaikan nonmeklaturnya sesuai   percepatan
            peta dasar di setiap masing masing wilayah.   dengan standar OSS. Ketika ada perubahan   penyusunan dan
            Dimana banyak desa di daerah yang belum   antara persub dengan perkada-nya, maka
            memiliki  peta dasar.  Selain itu,  kurangnya   data-datanya tidak akan match sehingga tidak   penetapan Rencana
            kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) di be-  bisa terintegrasi dengan OSS” tegasnya.
            berapa provinsi juga menjadi hambatan.  Kedua, jika Perkada RDTR terbit lebih   Tata Ruang (RTR)
               Kedua, aspek sumber daya baik itu sum-  dahulu sebelum revisi Perda RTRW Kabupaten   provinsi maupun
            ber daya manusia (SDM) maupun sumber   ditetapkan, maka harus ada klausul di dalam
            daya anggaran. “Terkait peningkatan SDM, Ke-  rancangan RTRW Kabupaten bahwa RDTR ini   kabupaten/kota
            menterian ATR/BPN sudah bersinergi dengan   tetap berlaku. Kalau tidak dimunculkan klausul
            kementerian/lembaga lain seperti Kemendagri   tersebut, jelas Reny, maka otomatis RDTR-nya   sebagai salah satu
            dan Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP)   tercabut.                        rencana aksi.”
            untuk memberi pelatihan terkait penyusunan   Dia berpesan agar rencana tata ruang
            RDTR dan perencanaan wilayah.  Ada sekitar   yang telah disusun menjadi rencana tata ruang
            1.800 ahli rencana yang dilibatkan,” jelas Ga-  berkualitas, termasuk mengakomodir muatan-
            briel.                              muatan strategis seperti Ruang Terbuka Hijau
                 Ketiga, aspek komitmen dari pemerintah   (RTH) dan mitigasi bencana. Kemudian, setelah
            daerah. Disebutkan, banyak pemerintah   Perkada RDTR ditetapkan, pemerintah daerah
            daerah  yang  tidak  melaksanakan  program   diminta  segera  mengintegrasikan  RDTR  ke
            RDTR lantaran kebijakan ini kurang populer di   sistem OSS. (Rinaldi)
            kalangan masyarakat.  Akibatnya, pemerintah

                                                                                     RealEstat Indonesia  |  Edisi 194, Februari 2023   |   37
   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42