Page 38 - Majalah REI Edisi Januari 2023
P. 38
INTERNASIONAL
INVESTASI REALESTAT ASIA PASIFIK
DI 2023 TERDAMPAK ISU RESESI
ISU RESESI EKONOMI GLOBAL YANG MARAK DIBERITAKAN BERDAMPAK TERHADAP INVESTASI PROPERTI DI ASIA PASIFIK PADA
2023. VOLUME INVESTASI REALESTAT DI KAWASAN INI DIPERKIRAKAN AKAN TURUN SEBESAR 5%-10%. SITUASI ITU MELANJUTKAN
PENURUNAN SEBESAR 25% SECARA TAHUNAN PADA 2022.
onsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) mengungkapkan
penurunan investasi realestat ini disebabkan maraknya isu akan
terjadinya gejolak ekonomi dan keuangan global sehingga me-
K mengaruhi sentimen pasar.
Meski berimbas kepada pasar properti di Asia Pasifik secara keseluru-
han, Namun tren sebaliknya justru terjadi di industri perhotelan. Aliran
investasi ke aset perhotelan diperkirakan meningkat 6% pada tahun
2023, melanjutkan kenaikan sebesar 10%-15% pada 2022 seiring pe-
longgaran untuk sejumlah pembatasan akibat pandemi.
“Optimisme yang dipicu oleh ekspektasi bahwa pandemi akan
segera berakhir perlahan beralih menjadi sikap kehati-hatian di tengah
kekhawatiran tentang inflasi, suku bunga, dan geopolitik,” kata Chief
Research Officer, JLL Asia Pacific, Roddy Allan dalam keterangannya,
baru-baru ini.
Disebutkan, meski kawasan Asia Pasifik cenderung lebih baik karena
permintaan domestik yang lebih kuat, namun kawasan ini tidak akan
luput dari tantangan yang lebih luas. Akibatnya, akan ada peningkatan
tekanan kepada pembuat kebijakan untuk berhati-hati dalam investasi.
JLL mengharapkan investor akan melihat ke sektor-sektor yang
memiliki potensi faktor penarik struktural dan keuntungan yang lebih
tinggi seperti pusat data, logistik, multi keluarga, dan sejumlah proyek
greenfield yang terjadwal di pasar negara berkembang, termasuk India
dan Asia Tenggara.
Jepang, menurutnya, akan muncul sebagai tujuan investasi paling
menarik, didukung pelemahan Yen ditambah dengan suku bunga yang
rendah.
38 | Edisi 193, Januari 2023 | RealEstat Indonesia

